Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Sidoarjo · 7 Okt 2023

Andri Chrystanto Sikapi Potensi Pasar Digital untuk Pedagang Tradisional


Andri Chrystanto Sikapi Potensi Pasar Digital untuk Pedagang Tradisional Perbesar

Sidoarjo, Kabarpas.com – Bacaleg Partai Gerindra Andri Chrystanto (ACT) beri edukasi kepada pedagang agar dapat memanfaatkan teknologi untuk lebih berkreasi dalam pemasaran produk.

Hal tersebut dia katakan setelah beberapa kali meninjau pasar tradisional secara langsung bersama founder BHS peduli Ir. H Bambang Haryo Soekartono. Andri mengaku kerap mendengar keluhan terkait menurunnya daya beli di pasar tradisional.

Andri mengatakan, pasar digital menjadi penting ketika semua pihak mau tidak mau harus beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Agar pedagang tidak hanya bisa memasarkan produknya di pasar tradisional, tetapi juga di pasar digital.

“Menurut saya ya, perlu adanya edukasi dari pemerintah mencari jalan keluar membantu pedagang di pasar ini bagaimana mengkreasikan pemasaran mereka, jangan sampai pasar tradisional ini tergilas oleh zaman. Apalagi ratusan atau mungkin ribuan UMKM tumbuh dari pasar tradisional,” kata Andri loyalis BHS itu.

Bacaleg dapil Sidoarjo 1 itu menambahkan, adanya persaingan dagang antara pasar tradisional dan pasar digital saat ini harus diatur dalam regulasi.

Dalam hal ini menurutnya para pedagang tradisional sebaiknya melahirkan inovasi lebih pada fenomena yang terjadi agar pedagang pasar tradisional yang mulai sepi pembeli karena gempuran perdagangan di pasar digital.

Di sisi lain, ia menyebut ada banyak cara lain untuk menarik konsumen agar mau terus belanja ke pasar tradisional. Salah satunya tidak mengasingkan diri dari saluran digital, karena tak menutup kemungkinan banyak konsumen yang hidup di digitalisasi dan terpapar iklan.

“Penjualan tidak hanya digitalisasi, tapi bagaimana cara kita kreatif menarik konsumen. Contoh, seperti memberikan pelayanan ekstra, seorang konsumen membeli barang secara offline cukup hanya dengan menelepon, lalu barang diantar dengan layanan gratis ongkir. Itu merupakan cara yang inovatif bagi seorang pedagang. Banyak cara menarik konsumen untuk bisa kembali lagi membeli secara offline,” urai Andri Chrystanto.

Ia berharap, selain kepedulian dari pemerintah, pihak pedagang maupun himpunan pedagang pasar juga melek diri dari teknologi serta memaksimalkan potensi yang dimiliki agar barang dagangannya semakin dikenal dan laris dipasaran. (ar/gus).

Artikel ini telah dibaca 45 kali

Baca Lainnya

Jember Masuk Peta Penerbangan Nasional, Terkoneksi 15+ Kota Lewat Wings Air

6 Mei 2026 - 21:21

Resmi Diumumkan! Pemenang Program THR Honda Total 1 Miliar

6 Mei 2026 - 20:56

Kiai Tajul Mafakhir: Rais Aam dan Ketum PBNU Sepakat Muktamar ke-35 Digelar Awal Agustus 2026

6 Mei 2026 - 20:23

Kandang Ayam 100 Ribu Ekor di Mumbulsari Meresahkan, Dinas Sebut Izin Tak Terdaftar

6 Mei 2026 - 18:32

Pemkab Jember Buka Lowongan Survei Pajak, Gaji Rp2,85 Juta per Bulan 

6 Mei 2026 - 14:04

Kisah Legenda Persekabpas Khasan Sholeh, Kini Sukses Jadi Juragan Ternak

6 Mei 2026 - 13:01

Trending di Berita Pasuruan