Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 18 Sep 2026

Tekan Harga Kebutuhan Pokok dan Daya Beli, Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah 2026 di Mojoanyar


Tekan Harga Kebutuhan Pokok dan Daya Beli, Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah 2026 di Mojoanyar Perbesar

Mojokerto, Kabarpas.com – Upaya menekan harga kebutuhan pokok sekaligus menjaga daya beli masyarakat terus dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Salah satunya melalui pelaksanaan pasar murah tahun 2026 yang digelar di Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Jum’at (18/9/2026) pagi.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, hadir dalam kegiatan tersebut didampingi Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa. Pasar murah ini menyediakan sejumlah kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga pasar, sehingga masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.

 

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan bahwa pelaksanaan pasar murah dilakukan secara berkeliling di berbagai daerah. Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan masyarakat terhadap kebutuhan pokok sekaligus memberikan ruang bagi peningkatan daya beli.

 

“Jadi makin bisa mendekatkan penjangkauan kepada konsumen, makin bisa memberikan ruang meningkatkan daya beli masyarakat,” ujarnya.

 

Selain menjaga keterjangkauan harga, pasar murah juga menjadi bagian dari upaya stabilisasi harga dan pengendalian inflasi. Pemprov Jatim terus memperkuat langkah yang telah dilakukan pemerintah kabupaten/kota melalui pelaksanaan pasar murah di berbagai wilayah.

 

“Harapannya ini bagian dari stabilisasi harga, harapannya ini juga bagian dari stabilisasi inflasi. Maka kita memang keliling,” jelasnya.

 

Khofifah menjelaskan, kehadiran Pemprov Jatim dalam kegiatan tersebut merupakan upaya untuk memperkuat program yang telah berjalan di tingkat kabupaten/kota. Menurutnya, Pemprov Jatim berperan melapisi sekaligus memperkuat intervensi yang telah dilakukan pemerintah daerah.

 

“Harapan kita ya keterjangkauan itu bisa kita dekatkan dengan pola-pola yang pada dasarnya kita melapisi apa yang sudah dilakukan oleh kabupaten/kota, mensubstitusi apa yang mungkin kita bisa kuatkan. Jadi Pemprov hadir sifatnya melapisi dari apa yang sudah dilakukan kabupaten/kota,” tambahnya.

 

Sejumlah kebutuhan pokok tersedia dalam pasar murah tersebut, di antaranya minyak goreng, gula pasir, telur ayam ras, daging ayam ras, paket cabai, tepung terigu, bawang merah, beras SPHP, hingga beras premium.

 

Harga yang ditawarkan juga lebih rendah dibandingkan harga di pasar tradisional. Minyak goreng, misalnya, dijual Rp13.000, sementara harga di pasar tradisional dapat mencapai Rp17.000. Gula pasir dijual Rp14.000, sedangkan harga di pasar berkisar Rp17.000 hingga Rp17.500.

 

“Minyak kita Rp13.000, kalau di pasar tradisional bisa Rp17.000. Begitu juga gula kita jual Rp14.000, di pasar bisa Rp17.000–Rp17.500. Dan telur, daging ayam, termasuk SPHP juga begitu,” ungkapnya.

 

Khofifah menegaskan, harga sejumlah komoditas dalam pasar murah tersebut bahkan berada jauh di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Kondisi ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga daya beli di tengah dinamika harga pangan.

“Jauh di bawah HET,” tegas Khofifah. (Har/Ian).

Artikel ini telah dibaca 6 kali

Baca Lainnya

Komitmen Dukung Pendidikan Vokasi, MPM Honda Jatim Raih Apresiasi

18 September 2026 - 16:17

Soal Biaya Berobat Rp75 Ribu, RSD Kalisat Jelaskan Beda Jalur Pasien BPJS dan Umum 

18 September 2026 - 16:13

Penilik Sukapura-INOVASI Gelar Workshop Pengembangan Literasi bagi Guru PAUD

18 September 2026 - 11:40

Lurah Kranjingan Ikut Sibuk di Tengah Antrean Bapang, Pastikan Bantuan Sampai ke Warga

17 September 2026 - 16:54

Jelang Honda DBL 2026 East Java – East, MPM Honda Jatim Sapa Pelajar Lewat BeAT Gen-Z School Roadshow

17 September 2026 - 14:07

Pemkot Pasuruan Luncurkan BERGEGAS, Gerakkan Kolaborasi Entaskan Anak Tidak Sekolah

17 September 2026 - 11:30

Trending di Berita Pasuruan