Pasuruan (Kabarpas.com) – Ribuan warga Desa Menyarik, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan tumpah ruah menyaksikan pagelaran Ludruk, yang digelar dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-71.
Dengan adanya pagelaran kesenian khas Jawa Timur ini, serasa menjadi ‘penawar rindu’ bagi masyarakat setempat. Itu mengingat bahwa Ludruk saat ini ibarat ‘barang langka’. Sebab sejak era 90-an, kesenian tradisional tersebut seakan mati suri tergerus modernisasi.
Ketua Panitia Pagelaran Seni Tradisi Ludruk, Karindah Putri mengatakan, alasan digelarnya pagelaran ludruk tersebut, ialah karena menurutnya ludruk adalah salah satu kesenian tradisional yang lekat dengan masyarakat Jawa Timur.
“Kami ingin melestarikan salah satu budaya Tanah Air, khususnya di Jawa Timur yang selama ini sudah dikenal dengan ludruknya,” kata Karinda Putri, yang juga merupakan putri dari Kepala Desa (Kades) setempat, H. Asmadi kepada Kabarpas.com, Minggu (14/08/2016) dini hari.
Menurutnya, ludruk memiliki peran penting di masa perjuangan perang kemerdekaan. Sebab kata dia, selain untuk menghibur, ludruk juga berfungsi untuk menyampaikan pesan-pesan penting di antara para pejuang sehingga tidak dipahami oleh lawan.
Uniknya, dalam pertujukkan seni tradisi ludruk yang digelar di lapangan desa setempat tersebut, tidak hanya menyajikan ludruk, tetapi juga menghadirkan seni tradisi lainnya yaitu termasuk gamelan dan tari Remo.
“Kami ingin menggali kembali seni ludruk ini. Kami mengemasnya tidak 100 persen ludruk asli. Tapi, kami juga ingin memberikan sentuhan kolaborasi dengan seni lainnya,” ujar wanita berparas manis ini kepada Kabarpas.com.
Selain memadukan ludruk dengan sejumlah seni tradisional lainya yang unik dan menarik. Kolaborasi tersebut juga terlihat dari para pemain ludruk yang tidak hanya terdiri dari pemain profesional, namun juga melibatkan para pelajar.
“Para pemainnya adalah dari Ludruk Kartika Jaya, mereka ini kami datangkan langsung dari kota dingin Batu. Dan tema yang diangkat adalah tentang perjuangan kemerdekaan. Besar harapan kami, melalui pagelaran semacam ini, seni tradisional yang ada di Tanah Air terus langgeng dan terus dilestarikan,” pungkasnya. (adv).
















