Banyuwangi (Kabarpas.com) – Sebagai bentuk perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni Pembelajaran, Penelitian, dan Pengabdian masyarakat. Politeknik Negeri Banyuwangi (POLIWANGI) memilih lima desa, yang berdekatan dengan satu satunya perguruan tinggi di kota Gandrung untuk menjadi sasaran sosialisasi Peraturan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Kelima desa itu, di antaranya Desa Labanasem, Bareng, Benelan Lor, Karang Bendo, dan Gintangan.
“Sebelumnya desa- desa tersebut kami lakukan survey lokasi untu pendataan peserta, dan alat-alat yang dibutuhkan,” ucap Ine Humas Poliwangi kepada Kabarpas.com.
Ine menambahkan, pelatian ini dilakukan agar peserta yang meliputi dari Kepala Desa, Sekertaris Desa, Staf Desa, Kapala Dusun, dan Karang Taruna dapat mampu mengawasi setiap kegiatan pengadaan baik barang, infrastuktur, dan jasa yang dilakukan pemerintah. “Sehingga terwujudnya pembangun yang baik, efesien, dan pemanfaatan yang lebih besar bagi masyarakat,” imbuhnya.
Dalam pengabidan masyarakat yang dilakukan oleh Poliwangi, tim yang dibentuk untuk menyelenggarakan pelatihan yakni Muhammad Toyib, SE., MM, Erna Suryani, ST., M.Eng serta Wahyu Yulianingsih , S.Si. dan di ketuai oleh M. Shofi’ul Amin, ST., MT. Melalui Program Studi Teknik Sipil.
“Dari kegiatan ini diharapkan seluruh peserta dapat mengelola keuangan di masing-masing desa. Ditambah lagi Perguruan Tinggi yang ada, menjadi dampak manfaat bagi lingkungan sekitar kampus,” pungkasnya. (dik/tin).














