Oleh: Gus Haidar Hafeez
Masih dalam ingatan
Kau katakan padaku
Ketika itu aku telah empat anak
Rindulah pada mereka
.
Aku telan kata
Tak terucap satu kata
Lalu kau menuju hariba-Nya
Dua lima juli dua ribu sepuluh
.
Smith Hafeez alam ismi bayi penyongsong nazam
Seperti rencanaku delapan bulan menjelang malam itu
Dua ribu tiga belas
Bersamaan malam pertama nazaman alfiah memakai terbang
Sayup terbang dari lisan gembuk
Telah lahir lelaki barusan di bu Wiwik
Sontak anganku beterbangan
.
Aku tertawan
Ketika Smith tidak yang lain
Louisa Serta yang lain tak membendung amarahku
Dia menawan
Walau tidak menawan
___________________________________________
*Setiap Minggu Kabarpas.com memuat rubrik khusus “Nyastra”. Bagi Anda yang memiliki karya sastra, baik berupa cerita bersambung (cerbung), cerpen maupun puisi. Bisa dikirim langsung ke email kami: redaksikabarpas@gmail.com.












