Reporter: Sudarmoko
Editor: Titin Sukmawati
___________________________________
Bangil (Kabarpas.com) – Ribuan santri dan guru madrasah di Kabupaten Pasuruan menolak rencana pemerintah pusat dalam hal ini yaitu Mendikbud RI, yang akan menerapkan sekolah selama 5 hari.
Pantauan Kabarpas.com, ribuan santri dan guru madrasah yang berada di bawah naungan lembaga pendidikan Ma’arif NU ini, mendatangi gedung DPRD Kabupaten Pasuruan. Mereka datang dengan mengunakan kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat.
Selanjutnya, mereka langsung berorasi secara bergantian. Dalam aksi ini, juga dihadiri oleh Ketua Dewan Syuro PCNU KH. Birul Alim, Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan, KH. Imron Muttamakin, serta Ketua PC LP Ma’arif Kabupaten Pasuruan, KH Mujib Imron.
Di dalam orasinya Pengasuh Pondok Pesantren Al yasini, KH. Mujib Imron atau yang akrab disapa Gus Mujib ini menyampaikan, penolakan tentang sekolah 5 hari tersebut.
“Kami menolak atas rencana pemberlakukan 5 hari sekolah. Sebab lima hari sekolah tidak didahului dengan kajian yang matang dan komprehensif. Selain itu, lima hari sekolah juga menyebabkan banyaknya waktu libur yang tidak efektif,” terangnya kepada Kabarpas.com.
Sebelumnya, ribuan santri dan guru madrasah di Kabupaten Pasuruan ini, mengawali aksinya dengan membaca Istighotsah dan doa bersama. (dar/tin).

















