Reporter: Khamim
Editor: Agus Hartanto
___________________________________
Pasuruan (Kabarpas.com) – Sebuah gudang mebeler milik H Nur Salim (55), yang terletak di Dusun Wonosalam, Desa Wonosari, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan terbakar. Beruntung dalam kebakaran ini tak ada korban jiwa. Namun, akibat kejadian ini kerugian yang dialami pemilik gudang diperkirakan mencapai ratusan juta.
Informasi yang diperoleh Kabarpas.com menyebutkan, kebakaran ini terjadi pada Rabu (02/08/2017) sore. Yakni, pada saat para karyawan sedang istirahat dan tidak ada yang melakukan aktivitas di dalam gudang tersebut.
“Setelah usai salat ashar saya kembali ke sini (gudang.red). Dan saya langsung terkejut ketika melihat api sudah mulai cukup besar,” kata Toib (44), salah satu karyawan kepada Kabarpas.com saat ditemui di lokasi.
Mengetahui gudang di tempat kerjanya itu terbakar. Ia pun lantas meminta tolong warga untuk memadamkan api. “Dengan kondisi panik, saya kemudian mencari warga untuk minta bantuan memadamkan api,” imbuhnya.
Tak butuh waktu lama, warga sekitar pun langsung berdatangan ke lokasi guna memadamkan api dengan menggunakan peralatan seadanya.
Sayangnya, upaya warga tersebut belum membuahkan hasil. Pasalnya, api justru kian membesar dan membuat sejumlah kayu yang berada di dekat mesin itu pun nyaris tak tersisa. Dan beberapa saat kemudian, sebuah mobil PMK dari Pemkot Pasuruan tiba di lokasi kejadian guna melakukan pemadaman. Alhasil, sekitar 45 menit kemudian api berhasil dipadamkan.
Usut punya usut ternyata diketahui bahwa asap api itu keluar dari atas mesin oven, yang memang dihidupkan sejak delapan hari terakhir. Hal itu dilakukan untuk mengeringkan kayu-kayu sebagai bahan produksi. Karena setelah siap diolah, kayu-kayu itu akan masuk pada proses produksi. “Hari ini merupakan terakhir pengovenan,” imbuhnya.
Sementara itu, Nur Salim, sang pemilik gudang mebeler tersebut mengaku, dirinya tak menyangka pengopenan yang dilakukan beberapa hari itu akan menimbulkan petaka. “Namanya musibah harus bagaimana lagi. Untuk kepastian kerugiannya berapa saya belum tahu. Tapi, diperkirakan hingga ratusan juta,” pungkasnya. (mim/gus).

















