Reporter : Ahmad Rifki
Editor : Agus Hartanto
___________________________________
Pasuruan (Kabarpas.com) – Sejumlah senior suporter Sakeramania, menggelar aksi solidaritas atas diamankannya dua suporter Persekabpas oleh pihak kepolisian dari Polresta Probolinggo. Kedua suporter tersebut diamankan lantaran terlibat keributan di luar Stadion Banyuangga, Probolinggo pada Rabu (02/08/2017) kemarin.
Kedua suporter Persekabpas yang ditahan oleh pihak Polres Probolinggo tersebut, yakni Abdulloh(19), warga Desa Gerongan,Kecamatan Kraton dan Irsan (20) asal Kecamatan Nguling.
“Kami sangat kecewa terhadap pihak managemen Persekabpas, yang membiarkan dua saudara kami ditahan oleh pihak Polresta Probolinggo,” kata Komet, Ketua Suporter Sakera Mania kepada Kabarpas.com, di sela-sela aksi solidaritas yang digelar di Gapura Alun-alun Bangil, Kabupaten Pasuruan, Kamis (03/08/2017).
Dijelaskan, aksi solidaritas ini sengaja dilakukan agar apa yang menjadi tuntutan mereka bisa didengar oleh para managemen Persekabpas. Sebab bagaimana pun juga, lanjut Komet. Kedua suporter yang diamankan itu merupakan bagian dari keluarga besar suporter Sakeramania.
“Di mana – mana setiap anggota suporter yang terkoordinir untuk memberi support pada kesebelasannya, selalu mendapat dukungan dari pihak managemen club yang disuportnya. Apalagi jika ada anggota suporternya yang mendapat masalah dengan pihak keamanan. Tentunya bukan akibat atas suatu tindak kriminal seperti pencurian,” tegasnya.
Masih menurut Komet, mendapat kabar bahwa ada dua suporter Sakeramania yang diamankan polisi. Pihaknya langsung berkoordinasi dengan pihak managemen, agar permasalahan tersebut dapat diselesaikan. Akan tetapi pihak management Persekabpas, hanya diam dan tidak melakukan langkah apapun.
“Untuk itu, kami Sakeramania sepakat akan memboikot semua pertandingan Persekabpas, baik pertandingan kandang maupun tandang. Pun demikian juga pada acara kirab adipura,” pungkas ketua suporter Sakeramania tersebut. (rif/gus).

















