Reporter : Ruri
Editor : Agus Hartanto
___________________________________
Pasuruan (Kabarpas.com) – Komunitas Gitu Saja Kok Repot (KGSKR) Jaringan Gusdurian (JGD) Pasuruan, menggelar kegiatan “Doa dan Ngaji” bersama ratusan mahasiswa, santri, dan aktifis pemuda. Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Gus Dur ke-77 ini, dilaksanakan di Ruang Pascasarjana Universitas Yudharta Pasuruan, Jumat (04/08/2017).
Kegiatan yang bertajuk “Melacak akar spiritualitas Gus Dur“ ini, diawali dengan pembacaan Tahlil oleh Muhammad Shihabuddin selaku Ketua Rayon Jaka Tingkir PMII Ngalah Universitas Yudharta Pasuruan, kemudian dilanjut dengan Ngaji Spiritualitas Gus Dur.
Selama hidup, Gus Dur dikenal sebagai salah satu tokoh nasional yang sangat berani dalam membela kaum minoritas. Serta senantiasa menebar kebaikan kepada siapapun. Dan tentunya sikap Gus Dur tersebut dilandasi dengan spiritualitas yang mendalam.
“Gus Dur tidak pernah takut. Dia mempunyai konsepsi, bahwa dia bersama Tuhannya. Di manapun, kapanpun, dan dengan siapapun. Sehingga Selalu berbuat baik kepada siapapun, di manapun, dan kapanpun,” ujar Dr. H. Saifulah, M.HI, Rektor Universitas Yudharta Pasuruan, saat menjadi pembicara dalam kegiatan tersebut.
Dalam kesempatan selanjutnya, Pdt. David Kurniawan dari GBIS (Gereja Bethel Injil Sepenuh) Pandaan, memberikan motivasi kepada aktifis pemuda dan mahasiswa untuk benar-benar terlibat dalam aktifitas merawat kerukunan dan kebersamaan.
“Kalau kita tidak terlibat dengan kebersamaan, kita tidak bisa mencicipi buah manis kebersamaan. Dan Indonesia ada karena kebersamaan,” ujar pria kelahiran Jakarta tersebut saat menjadi pembicara dalam kegiatan ini.
Adapun peserta yang hadir, yaitu meliputi Santri Pondok Pesantren Ngalah, Pemuda GBIS (Gereja Bethel Injil Sepenuh) Pandaan, PMII Ngalah, PMII Pancawahana, Pagar Nusa UYP, IPPNU, Muslimat, dan Mahasiswa Universitas Yudharta Pasuruan. (rur/gus).

















