Reporter : Sudarmoko
Editor : Agus Hartanto
___________________________________
Pasuruan (Kabarpas.com) – WargaDusun Ngayunan,Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan kembali menggelar upacara bendera unik. Bila di tahun 2015 lalu upacara HUT RI ke 70 yang diadakan oleh warga setempat sempat menjadi viral di media sosial, lantaran dengan menggunakan kostum hantu.
Namun, pada pelaksanaan upacara bendera kali ini, untuk petugas upacara mukai dari inspektur hingga komandan peleton semuanya adalah manula dan pesertanya anak-anak kecil, serta menggunakan bahasa jawa. Tak ayal, suasana upacara pagi itu menyedot perhatian warga setempat.
Menurut ketua pelaksana, Dian, saat dikonfirmasi beberapa awak media, mengatakan, upacara ini merupakan permintaan dari para orangtua.
“Hampir seluruh petugas upacara berusia lebih dari 50 tahun,bahkan ada salah satu komandan peleton yakni mak Taripah berusia 70tahun. Meskipun para petugasnya berusia lanjut namun mereka begitu piawai dan khidmat saat melaksanakan seluruh tahapan upacara,” kata Dian kepada Kabarpas.com.
Seperti petugas pengibar bendera, ketiganya begitu sigap layaknya pasukan paskibraka. Walaupun langkah kakinya tak setegap paskibraka akan tetapi mereka tetap semangat,” ungkap mahasiswa semester akhir dari Umsida ini.
Sementara, Mak Kosida (55) salah satu petugas pengibar bendera mengaku, hanya ingin memberikan contoh kepada anak-anak saya tentang makna kemerdekaan.
“Saya selaku orangtua hanya ingin memberi contoh anak cucu,agar dapat memaknai kemerdekaan dengan sungguh-sungguh. Salah satunya tetap menjaga keutuhan bangsa Indonesia dari aceh sampai papua,”ujarnya penuh semangat setelah upacara selesai. (dar/gus).

















