Reporter : Hendry Londo
Editor : Agus Hariyanto
Pasuruan, Kabarpas.com – Dua warga Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan hingga kini tak kunjung ada kabar. Hal ini membuat Kepala Desa (Kades) setempat Vicky Arianto, mempertanyakan keseriusan tugas dari dinas terkait yaitu Dinkes dan Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 di Kabupaten Pasuruan.
“Sejak dilakukan rapid test sebulan lalu kepada kedua warga saya yakni Maskurin dan M.Robiyanto. Hingga saat ini tidak ada tindaklanjut dari pihak Dinas Kesehatan atau instansi terkait terhadap kedua warga saya itu,” ujar Kades Vicky kepada Kabarpas.com.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Kabarpas.com, kedua warga Kedungringin itu sejatinya sejak dilakukan rapid test hasilnya reaktif. Dan hingga saat ini tidak kembali dilakukan swab test untuk mengetahui secara pasti keduanya terpapar covid-19 atau tidak.
“Kami sangat menyesalkan kinerja dari pihak Dinkes yang membiarkan dua warga tersebut. Bagaimana tidak, hampir satu bulan ini kedua warga itu dibiarkan dalam ketidakpastian. Artinya jika kedua warga (Maskurin dan M.Robiyanto) telah dinyatakan terpapar corona, mohon segera dilakukan tindak lanjut pengobatan,” terangnya.
“Namun jika telah dinyatakan sehat, segera diberikan surat keterangan sehat, agar keduanya bisa kembali bekerja menghidupi keluarganya,” imbuhnya.
Kendati demikian, pihak Pemkab Pasuruan melalui Gugus Tugas dan Dinkes hingga saat ini membiarkan keduanya tanpa kejelasan. Satu lagi yang perlu diketahui bahwa pihak Dinkes dan Gugus Tugas telah mewajibkan pada keduanya melakukan isolasi mandiri, akan tetapi tidak diberikan bantuan pangan sama sekali. Bantuan pangan dan keperluan lainnya hanya dari Pemdes Kedungringin dan urunan masyarakat setempat.
“Dari kejadian ini kami meminta pada Pemkab Pasuruan khususnya pihak Dinas Kesehatan agar segera melakukan tindaklanjut,” papar Vicky Arianto mantan Kades Kedungringin.
Sementara itu saat hal ini dikonfirmasikan pada pihak Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Pemkab Pasuruan, Misbah Zunip melalui pesan WA. Ia berjanji akan memberikan sarung.
“Terima kasih atas informasinya dan segera kami tindaklanjuti serta koordinasikan,” jawab Misbah Zunib, Plt Sekda Kabupaten dengan singkat
Di sisi lain, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi menyesalkan dengan adanya hal ini.
” Jika apa yang terjadi di Dusun Gersikan, Desa Kedungringin tersebut benar adabya. Maka hal itu sungguh sangat kami sesalkan, dan kami selaku wakil rakyat akan melakukan langkah lebih lanjut pada pihak terkait,” pungkas pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI-P Kabupaten Pasuruan. (hen/tin).

















