Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Pasuruan · 1 Jun 2020

Lucunya Bayi Singa Putih di Taman Safari Prigen yang Lahir di Tengah Pandemi COVID-19


Lucunya Bayi Singa Putih di Taman Safari Prigen yang Lahir di Tengah Pandemi COVID-19 Perbesar

Pasuruan, Kabarpas.com – Di tengah masa pandemi Covid-19 ini, Taman Safari Prigen (TSP) telah berhasil membuktikan kesuksesannya dalam breeding (pengembangbiakan) satwa, melalui kelahiran anak singa putih bernama Gisel. Kini, Gisel sudah menginjak usia 2 bulan.

General Manager Taman Safari Prigen, Diaz Yonadie, mengatakan bahwa Gisel lahir dengan normal pada 8 April 2020 lalu dengan berat 1,5kg. Gisel lahir dari dari indukan betina bernama Ghost dan pejantan bernama Kaka.

Proses kelahirannya ditangani secara langsung oleh drh Hanifa Agus Setyawan dan Ponasri, keeper (perawat satwa).

“Dalam pemantauan selama hampir 2 bulan ini kondisi bayi dalam keadaan sehat dan dalam pengasuhan induknya. Dia terpantau menyusu setiap 2 jam sekali dan beraktifitas normal. Untuk penanganan dan perawatan induk betina pasca melahirkan, kita berikan suplemen penambah volume ASI yaitu moloco,” terang drh.Hanifa lebih lanjut.

“Setelah vaksinasi saat berusia 3 bulan, si bayi Singa Putih ini akan kita lepas ke exhibit untuk berkumpul bersama kelompoknya,” tambah Kurator Taman Safari Prigen, drh Ivan Chandra.

Bayi Singa Putih, Gisel ini masih dalam perawatan induknya yaitu Ghost. Tentu dengan dibantu oleh keeper, paramedis dan dokter hewan. Setiap hari, Gisel menyusu langsung ke induknya hingga nanti berusia sekitar satu tahun.

Sementara itu, Manager Edukasi TSP, Eko Windarto menuturkan, Gisel yang berjenis kelamin betina ini bisa dikatakan dewasa saat umur 3-4 tahun. Sedangkan untuk jantan berusia 4–5 tahun. Masa kebuntingan singa kurang lebih 105 – 115 hari atau 3,5 bulan.

“Singa merupakan satwa nocturnal atau aktif di malam hari dan hidupnya berkelompok. Dalam sekawanan singa terdapat satu pemimpin yaitu singa yang berjenis kelamin jantan. Serta memiliki daerah teritorial,” jelas Eko.

Menurut Eko pula, singa putih merupakan satwa anti mainstream. Hal ini dikarenakan warna rambutnya. Satwa karnivora tersebut memiliki habitat asli di Timbavati, Afrika Selatan.

“Ia bukan satwa albino atau satwa yang memiliki kekurangan zat warna kulit. Singa putih justru merupakan hasil mutasi langka yang terjadi pada singa kruger (Panthera leo krugeri),” ujarnya.

“Mereka banyak ditemui di beberapa konservasi alam liar di Afrika Selatan dan di kebun binatang di seluruh dunia,” tambahnya.

Untuk sekadar diketahui, meskipun dalam kondisi penutupan sementara untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19, Taman Safari Prigen tetap memelihara satwa baik dari segi pemberian pakan, perawatan hingga pengobatan terutama untuk satwa-satwa yang sedang mengandung dan melahirkan. (ajo/gus).

Artikel ini telah dibaca 27 kali

Baca Lainnya

Pemkot Pasuruan dan BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Sinergi Wujudkan Perlindungan Menyeluruh bagi Masyarakat

20 Juni 2026 - 06:53

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Wali Kota Pasuruan Ajak Tingkatkan Disiplin dan Kepedulian Lingkungan

9 Juni 2026 - 13:32

Mas Adi: Wisuda Bukan Akhir, Tapi Awal Menapaki Jenjang Pendidikan yang Lebih Tinggi

6 Juni 2026 - 13:24

Keren ! Kota Pasuruan Raih Opini WTP Ke-6 Kali Berturut-turut

3 Juni 2026 - 08:35

Ketua Pergunu Apresiasi Cara Walikota Pasuruan Perkuat Silaturahmi dengan Masyarakat Lewat Suling

30 Mei 2026 - 12:46

Double Bahagia! Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo Raih Gelar Doktor dengan IPK 3,97 Tepat di Ultah ke-46

28 Mei 2026 - 08:51

Trending di Berita Pasuruan