Pasuruan, Kabarpas.com – Guna meningkatkan kesejahteraan ekonomi pesantren dan santri. Pondok Pesantren METAL Muslim Al-Hidayah di Desa Rejoso Lor, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan mendirikan unit usaha Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren).
Kepada Kabarpas.com KH. Nurkholis, LC (Gus Nurkholis) selaku pemangku pondok pesantren Metal ini menyampaikan, salah satu tujuan didirikanya Kopontren ini yaitu untuk meningkatkan keterampilan dan kesejahteraan santri, agar kelak siap hidup di tengah masyarakat global.
“Kopontren ini kami beri nama Berkah Bersama Metal. Kopontren BBM ini memiliki wilayah operasionalnya se-Jawa Timur,” terang KH Nurkholis kepada Kabarpas.com.
Ditambahkan, usai disepakati pembentukan Kopontren ini, kiai muda NU yang dikenal aktif di berbagai organisasi tersebut langsung melakukan rapat koordinasi (Rakor) dengan sejumlah pengurus Kopontren, salah satunya yaitu pengusaha sukses asal Pasuruan, H. Kelana Aprilianto.
Rakor yang dipimpin langsung oleh kiai Nurkholis ini dihadiri sekitar 20 orang pengurus. Mereka kemudian merumuskan berbagai bidang usaha yang nanti terwadahi di dalam unit usaha Koperasi Pesantren atau Kopontren.
Dalam kesempatan itu pula, Kelana Aprilianto yang diamanahi sebagai Ketua Pembina Kopontren Berkah Bersama Metal (BBM), memberikan masukan -masukan baik terkait regulasi dan perijinan maupun unit -unit usaha di dalam skema usaha Kopontren BBM.
“Saya berharap Kopontren ini kelak bisa hidup dan berkembang seperti koperasi yang lain. Termasuk unit usaha simpan – pinjam syariah,” ujar pria yang akrab disapa Mas Kelana tersebut.
Sementara itu, Kiai Nurkholis selaku penggagas Metal Foundation menyampaikan, agar program usaha di Kopontren ini dapat berjalan maksimal. Maka akan dilakukan pembekalan bersifat teknis terkait bidang yang ada.
“Munculnya gagasan mendirikan unit usaha Koperasi ini adalah supaya pesantren mampu tetap surfive dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Dan memiliki manfaat yang lebih bagi pesantren dan juga masyarakat. Terkhususnya bagi pesantren seperti Ponpes Metal Muslim Alhidayah , dimana dengan anak asuh sebanyak 175. Dan memiliki santri mayoritas anak yatim ini merupakan pesantren Mandiri , yang tidak memungut biaya kepada para santrinya alias gratis. Terutama bagi santri Beasiswa Tahfidz.
“Selain menggerakkan sektor usaha Kopontren. Ini juga memprioritaskan dalam beberapa unit kegiatan. Seperti Pendidikan, Kesehatan, Ketrampilan, Metal Farm, Ekonomi Mandiri, juga Sosial Kemasyarakatan. Termasuk Program Beasiswa Tahfidz,” pungkasnya. (ajo/tin).

















