Pasuruan, Kabarpas.com – Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Grati Kabupaten Pasuruan melaksanakan rapat koordinasi dan pembentukan tugas untuk memfasilitasi lembaga TPQ / Madin di wilayahnya agar “kebal” Covid -19. Itu menyusul dengan sudah mulai aktifnya kegiatan TPQ dan Madrasah diniyah (Madin).
Berbagai persiapan yang sudah dilakukan oleh Muspika Grati, di antaranya yaitu alat pelindung diri (APD) mulai dari masker, hand sanitizer, tempat untuk cuci tangan dan kebutuhan untuk pelaksanakan protokol kesehatan yang nantinya dilaksanakan dalam proses belajar mengajar di lingkungan lembaga pendidikan TPQ dan Madin di wilayah setempat.
“Kami bersama jajaran Muspika Grati, sudah melaksanakan rapat koordinasi dan pembentukan tugas untuk mempersiapkan alat pelindung diri, yang nantinya akan kami persiapkan untuk lembaga pendidikan TPQ dan Madin,” ujar Nanang Muji Laksono, Plt. Camat Grati.
Apa yang dilakukan oleh pihaknya tersebut sesuai dengan surat edaran (SE) Bupati Pasuruan nomor : 45/ 136/ 424. 011/ 2020 tentang standar operasional prosedur ( SOP) penyelenggaraan pembelajaran TPQ, Madin dan sejenisnya serta kegiatan rutin keagamaan dalam masa pandemi covid – 19 di Kabupaten Pasuruan.
Dijelaskan, ada beberapa lembaga pendidikan TPQ dan Madin yang ditetapkan sebagai percontohan lembaga TPQ dan Madin “kebal” covid – 19. Di antaranya yaitu Madin Miftahul Ulum di Dusun Krikilan , Grati Tunon, Madin Miftahul Ulum Annidhomiyah di Dusun Tegalan, Kalipang, Madin Al – Hidayah di Dusun Bebean Lor, Ranu Klindungan.
“Ini adalah pembelajaran untuk para siswa-siswi agar berdisiplin melindungi diri sendiri maupun di lingkungan lembaga pendidikan dan sekaligus memutus mata rantai penyebaran virus covid -19. Kami juga akan memberikan edukasi dan pebelajaran kepada siswa siswi melalui tim gugus tugas covid – 19 di tingkat kecamatan untuk penerapan protokol kesehatan di lingkungan lembaga pendidikan masing- masing, guna memutus mata rantai penyebaran virus covid – 19,” terangnya.q
Selain itu, ia menambahkan bahwa pihaknya juga akan melakukan sosialisasi untuk selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah melaksanakan kegiatan, jaga jarak aman, serta penerapan hidup sehat dan Bersih (PHSB). (don/gus).

















