Pasuruan, Kabarpas.com – Dalam rangka ikut menyemarakkan Pelantikan dan Musyawarah Kerja 1 pengurus PCNU Kota Pasuruan masa khidmat 2020-2025, yang digelar pada hari Minggu, (26/7/2020). LTN PCNU Kota Pasuruan menggelar webinar dengan tema “Peran Media NU dalam Berdakwah Lewat Medsos”.
Sejumlah narasumber kompoten hadir dalam seminar ini. Di antaranya yaitu Dr Moch Syarif Hidayatullah (Ketua Umum Asosiasi Dai – Daiyah Indonesia), Ahmad Najib (Ketua LTN PWNU Jawa Timur), M Said Hudaini (Pemred TV9), Syaifullah Ibnu Nawawi (Pemred NU Online Jawa Timur), Shohibul Hujjah (Ketua LTN PCNU Kota Pasuruan), dan Moch. Rofi’i Boenawi (Redaktur Majalah Aula).
Acara yang digelar mulai pukul 13.30 wib hingga pukul 15.30 wib ini diikuti puluhan peserta zoom yang tak hanya berasal dari Kota Pasuruan, melainkan dari luar daerah pun juga ikut hadir dalam acara ini. Para peserta begitu antusias mengiluti jalannya acara yang digelar melalui virtual ini.
Dalam paparannya, Dr. Moch. Syarif Hidayatullah menyampaikan bahwa media NU saat ini memasuki era emas dimana jauh dengan tahun-tahun sebelumnya. Sehingga diharapkan keberadaanya mampu mengcounter munculnya gerakan-gerakan radikal atau yang tidak pro NU.
“Saatnya di era kontestasi cyber ini, NU bisa bersuara lantang melalui media-media NU yang sudah ada. Namun, harus tetap punya strategi khusus dalam berdakwah agar tidak kalah dengan gerakan-gerakan penebar kebencian,” terangnya.
Selain itu, Dr Syarif mengapresiasi dengan kehadiran banyaknya media – media NU saat ini, terlebih terhadap keberhasilan NU Online yang masuk top rank menjadi media yang banyak dibaca dan dijadikan referensi.
Ia juga berharap agar media NU saat ini bisa memunculkan tokoh-tokoh NU yang bisa menginspirasi dan jadi panutan. “Munculkan banyak tokoh NU, tidak hanya satu itu saja. Tapi banyak dan pastinya juga menginspirasi,” tegasnya.
Senada dengan Dr Syarif. Pemred TV9, M. Said Hudaini menyampaikan bagaimana tantangan media NU di era sekarang. Misal, bagaimana caranya agar media NU masuk dalam media yang berpengaruh diantara media-media yang berkapital besar.
“Ada 3 gelombang secara garis besar, zaman wali 9, hingga gelombang 3 yakni dakwah digital sperti skrg,” terangnya.
Sedangkan dalam acara yang sama 3 narasumber lainya lebih memberikan motivasi agar pengurus LTN PCNU Kota Pasuruan bisa aktif dan kreatif di dunia medsos.
“Saya sangat mengapresiasi dengan adanya acara seminar online via zoom yang digelar pengurus LTN PCNU Kota Pasuruan ini. Sehingga saya sangat optimis, di kepengurusan LTN PCNU Kota Pasuruan yang baru ini mampu menghadirkan konten-konten kreatif dan inspiratif,” terang Ahmad Najib atau yang akrab disapa Gus Najib selaku Ketua LTN PWNU Jawa Timur.
Pemred NU Online Jawa Timur, Syaifullah Ibnu Nawawi menyampaikan agar lembaga NU seperti LTN PCNU Kota Pasuruan misalnya, bisa menghadirkan konten-konten produktif.
“Itu bisa dimulai dari isu yang dekat dengan kita, misal jelang Idul Adha. Serta memproduksi flyer yang isinya doa jelang hari raya, dst,” paparnya.
Di sisi lain, redaktur Majalah Aula Moch. Rofi’i Boenawi memaparkan agar NU saat ini tidak hanya terlalu sibuk dengan narasi kebangsaan.
“NU Jangan hanya disibukkan dengan narasi kebangsaan saja. Namun harus mampu berkolaborasi, melakukan sosial branding yang bisa menarik seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya. (ajo/gus).

















