Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Pasuruan · 8 Apr 2019

Aksi Menentukan Nasib Sendiri dan Ancam Golput, Aliansi Mahasiswa Papua Malang Diciduk


Aksi Menentukan Nasib Sendiri dan Ancam Golput, Aliansi Mahasiswa Papua Malang Diciduk Perbesar

Reporter : Albar

Editor : Memey Mega

Malang, Kabarpas.com – Aksi Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Malang dan Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (Fri-West Papua) aksi mengancam Golput Pemilihan Presiden (Pilpres) dan menentukan nasib sendiri di depan Kantor Balaikota berakhir ricuh dan 8 orang diantaranya luka.

Aliansi menganggap bahwa Freeport adalah kapitalisme kelas dunia dan hadirnya Freeport bukan solusi kesejahteraan justru ancaman terhadap lingkungan dan masa depan. Menyelamatkan Papua salah satunya adalah melepaskan diri dan menentukan nasibnya sendiri.

Kendati saham Freeport 51,2% dikuasai Indonesia, AMP bersikeras untuk West Papua menentukan nasib sendiri. Bagi mereka kemerdekaan adalah hak segala bangsa, ungkap M (22) salah satu masa aksi

Aksi yang dilakukan didepan Kantor Balaikota Malang pada 7/4/19 dihadiri oleh puluhan masa dari AMP dan Fri-West Papua sempat dilarang oleh polisi namun masa aksi tetap menuju Kantor Balaikota dari lampu merah Bank BCA.

Beginilah kronologisnya
13. 40 beberapa massa aksi yg menuju ke Titik kumpul sempat di hadang oleh 1 Orang polisi. 14.00 massa aksi berkumpul di lampu merah Bank BCA dan siap long march ke Balaikota. 14. 20 menuju balaikota massa sudah diikuti oleh beberapa mobil Polisi dan Dalmas. 14.30 masa sampai di kantor Balaikota. 14.30 masa mulai melakukan orasi. 14.45 aksi mulai di profokator oleh salah satu oknum intelkam yang menyatakan bahwa poster Golput bisa ditindak sebagai kriminalisasi (sambil mengancam salah satu masa aksi). 14.46 sejumlah orang berpakaian preman datang dgn wajah ditutup Dan beberapa Ormas yang tidak diketahui. 14.48 masa dikeluarkan dari tali komando dan didorong ke pagar kantor balaikota dan dimaki, pukul , tendang , dorong , melempar sendal dan helm serta melempar air kopi Campur cabai rujak. 15.05 masa aksi dipaksa naik ke mobil Dalmas dan diturunkan di terminal 15.17 masa aksi mulai dibawah dan diturunkan di terminl landungsari.

Akibat pemukulan oleh oknum ormas tidak dikenal 8 orang yang tergabung dalam masa aksi mengalami luka di kepala dan dibeberapa bagian

Berikut adalah 8 korban akibat pemukulan oknum ormas tidak diketahui dan dikenal itu.

1. Cimeng Umur :21. Luka bibir bawah pecah, samping dagu, leher kepala, didekat telingah, pergelangan tangan luka
2. Najib, umur 22. Kepala darah kena.
3. Yesaya Umur 22. Luka hidung dalam picah, bibir dalam picah, dahi samping alis darah.
4. Melky, umur, 22, gigi depan patah, pipi bengkak.
5. Ida, Umur 21. Leher tercekik dengan benderah.
6. Anita, 19, luka kepala belakang memar dan pergelangan tangan lecet.
7. Lince, umur 20. Kepala darah
8. Sukur, umur 22. Ibu jari diinjak berdarah

“Sebagian masa aksi dipukul dan ditendang namun tidak ada luka atau memar”. Tutup M. (bar/mey)

Artikel ini telah dibaca 183 kali

Baca Lainnya

Pemkot Pasuruan Luncurkan BERGEGAS, Gerakkan Kolaborasi Entaskan Anak Tidak Sekolah

17 September 2026 - 11:30

Dinsos Kota Pasuruan Jelaskan Mekanisme Bansos, Masyarakat Bisa Ajukan Usul dan Sanggah

16 September 2026 - 08:30

Ciptakan Rasa Nyaman dan Bersih, Penataan PKL Pasar Besar Berlanjut, Mayoritas Pedagang Sudah Bersedia Relokasi

15 September 2026 - 14:41

Bunda PAUD Kota Pasuruan Dorong Pendidik Ciptakan Pembelajaran Menyenangkan dan Bermakna

8 September 2026 - 12:32

Wali Kota Pasuruan Sampaikan Nota Keuangan Raperda Perubahan APBD 2026, Belanja Daerah Naik Jadi Rp 936,55 Miliar

7 September 2026 - 20:33

Anugerah Pajak Daerah 2026, Pemkot Pasuruan Apresiasi Wajib Pajak dan Dorong Kepatuhan

5 September 2026 - 06:32

Trending di Berita Pasuruan