Reporter : Agus Harianto
Editor : Kholid Andika
___________________________________
Pasuruan (Kabarpas.com) – Untuk mengantisipasi maraknya kenakalan remaja. Sekolah Menengah Pertana (SMP) Negeri 11 Kota Pasuruan menggelar kegiatan wawasan kebangsaan, dengan menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya. Di antaranya yaitu Kaur Bin Ops Polres Pasuruan Kota, IPTU Agung Sudjatmiko, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan Suhariyanto, dan perwakilan dari FKUB Kota Pasuruan, Agus Harianto.
Acara ini dihadiri oleh beberapa peserta, baik dari dalam dan luar sekolah. Bahkan, jumlah peserta yang semestinya dibatasi hanya 40 orang namun membengkak hingga 60 orang karena antusiasme yang cukup tinggi. Mereka yang hadir ini berasal dari berbagai elemen, di antaranya yaitu pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), pengurus Komite Sekolah, perwakilan mahasiswa STKIP PGRI Pasuruan, perwakilan guru, dan siswa.
Dalam sambutannya, Agus Harianto yang juga Kepsek SMPN 11 Kota Pasuruan ini menyatakan perlunya menumbuhkan wawasan kebangsaan kepada para siswa untuk mengantisipasi kenakalan remaja. Hal itu dilakukan agar siswa
“Selain itu dengan wawasan kebangsaan paling tidak mereka (siswa.red) semakin sadar dan dilibatkan dalam mengisi kemerdekaan. Sehingga harapannya mereka semakin paham arahnya dalam menata negara Indonesia kedepan,” terang Agus dalam sambutanya, Sabtu (09/09/2017).
Sementara itu, Kaur Bin Ops, IPTU Agung Sudjatmiko mengatakan perlunya melakukan diskusi semacam ini untuk menumbuhkan semangat cinta tanah air.
“Saya yakin jika diskusi seperti ini dilakukan secara periodik akan menambah wawasan kebangsaan diantara para siswa. Sehingga mereka semakin cinta tanah air, dan semakin peduli terhadap bangsa Indonesia, “ tambah Agung.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan, Suhariyanto menekankan perlunya mengantisipasi kenakalan remaja dan mencari solusi bersama-sama. Ia lebih jauh menuturkan betapa pendidikan ditekankan pada empat dimensi, seperti Kurikulum, kepala sekolah, guru, dan sarana dan prasarana.
“Jika empat hal ini sinergi di sekolah, maka para siswa pun akan bisa bertahan di sekolah lebih lama dan mampu mengurangi tindakan-tindakan yang tidak berguna, “ imbuh Suhariyanto.
Dalam acara ini juga dilakukan deklarasi bersama anti kejahatan, terorisme, narkoba, separatisme, dan ideologi anti Pancasila serta akan menindaklanjuti rekomendasi inti yang menjadikan SMP Negeri 11 Kota Pasuruan sebagai “Sekolah Kebangsaan” dengan cara membentuk “Kelas Kebangsaan”.
Program ini akan menjadi program rintisan satu-satunya di Indonesia yang dimotori oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Pasuruan. (gus/lid).

















