Reporter: Ajo
Editor: Agus Hartanto
___________________________________________
Prigen (Kabarpas.com) – Tirta Investama (Aqua) Pasuruan mengajak para blogger dari berbagai daerah, untuk melihat potensi kekayaan alam yang ada di wilayah Kabupaten Pasuruan. Para blogger yang diajak ini adalah para pemenang lomba penulisan tentang air di blog, yang digelar oleh Aqua pada saat peringatan Hari Air se-Dunia beberapa waktu lalu.
“Ada 10 orang yang kami ajak ke sini untuk melihat potensi kekayaan alam Pasuruan. Dan mereka ini adalah para pemenang Aqua Blog Competition 2017. Selama di Pasuruan mereka juga kami ajak berkunjung ke dua pabrik Aqua di Pasuruan yaitu di Keboncandi dan Pandaan,” kata Fafit Rahmat Aji CSR Manager PT. TIV Pasuruan kepada Kabarpas.com.
Dijelaskan, di Pasuruan para blogger tersebut menginap selama dua hari. Yakni, dari hari Jumat hingga Sabtu. Di hari pertama, para blogger ini diajak ke rumah sumber di Pabrik Aqua Keboncandi yang penggisian airnya di kawasan Gunung Bromo, tepatnya yaitu di Bukit Cinta. “Di sana mereka kami ajak untuk melakukan penanaman pohon. Sebab setiap pabrik Aqua telah komitmen untuk tanam 30 ribu pohon per tahun,” imbuhnya.
Di hari kedua, lanjut Fafit. Para blogger ini diajak melihat proses produksi pengemasan air di Pabrik Aqua Pandaan. Selain itu mereka juga diajak ke daerah tangkapan air di Desa Ledug, Kecamatan Prigen. Di tempat ini, mereka diajak untuk melihat langsung sumur resapan serta diajari bagaimana cara membuat biopori.
“Intinya dalam kegiatan ini, kami ajak mereka ke tempat yang selama ini menjadi konservasi Aqua. Sehingga mereka dapat melihat alam sebagai kekayaan yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Dan harapanya adalah setelah dari sini, mereka bisa bercerita dan menyampaikan ke masyarakat lewat tulisannya di blog,” terangnya kepada Kabarpas.com.
Sementara itu, Tatik Suherman, salah satu pemenang asal Jakarta ini mengaku sangat senang, dirinya diajak oleh pihak Aqua untuk keliling melihat potensi alam yang ada di wilayah Pasuruan.
“Makasih Aqua udah diajak keliling dan diajari bikin biopori. Jujur saya jadi tahu tentang sumur resapan, dan mempunyai pengalaman baru bisa melihat langsung proses dari air sumber menjadi air mineral dalam kemasan,” pungkasnya. (adv).
















