Reporter: Ajo
Editor: Titin Sukmawati
___________________________________
Pasuruan (Kabarpas.com) – Embung Kalisat yang baru setahun lalu selesai dibangun tersebut, kini mulai memunculkan mata air baru. Kondisi ini dimanfaatkan oleh pemerintah Kabupaten Pasuruan untuk mengatasi krisis air yang akan terjadi di musim kemarau.
“Membuat embung akan memunculkan vegetasi-vegetasi baru yang bisa memunculkan mata air baru, hal itu seperti yang terjadi di embung Kalisat. Nah, dari mata air inilah akan dimanfaatkan untuk mengatasi krisis air bersih, yaitu menyalurkannya dengan pipanisasi,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, Bakti Jati Permana, Minggu (16/07/2017).
Bukan hanya memunculkan mata air baru, lanjut Bakti, keberadaan embung yang terletak di Desa Kalisat, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan ini, juga bisa memenuhi ketersediaan air untuk irigasi pertanian saat musim kemarau.
“Bahkan, saat musim penghujan, embung juga bisa mengendalikan banjir, luapan air sungai dapat diatur dan dicegah,” terangnya kepada Kabarpas.com.
Selain mengatasi krisis air bersih secara permanen, saat ini Pemkab Pasuruan juga tetap menyediakan anggaran darurat berupa anggaran tidak terduga.
“Hingga saat ini anggaran darurat masih tersedia Rp 2 miliar. Anggaran itu bisa digunakan sewaktu-waktu dan berapa yang akan digunakan, tergantung kebutuhan nanti jika benar-benar terjadi krisis air bersih,” tegasnya.
Untuk diketahui, embung seluas tiga hektar ini, sudah diresmikan oleh Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf di tahun 2016 lalu. Tujuan dibangunnya embung ini ialah untuk mengantisipasi krisis air bersih pada saat musim kemarau tiba. (ajo/tin).

















