Jakarta, Kabarpas.com – Esensi kepemimpinan sejati bagi generasi muda tidak dibangun atas dasar pangkat, wewenang, atau jabatan semata, melainkan dari besarnya nilai empati dan keteladanan yang dihadirkan dalam setiap tindakan.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan oleh Ketua Mahadewi Gema Bangsa, Ike Suharjo, saat menjadi pembicara dalam forum nasional Leadership Youth Summit (LYS) 4.0 yang diselenggarakan di Gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, Kamis (25/6).
”Memimpin itu dengan empati dan keteladanan, bukan sekadar mengandalkan wewenang dan jabatan,” ujar Ike di hadapan ratusan mahasiswa, pelajar, aktivis, hingga profesional muda yang memadati lokasi acara.
Akademisi sekaligus entrepreneur yang juga mantan news anchor tvOne ini memaparkan empat pilar utama atau kunci penting bagi generasi muda yang ingin bertumbuh menjadi pemimpin berkualitas di era transformasi:
Kemampuan Komunikasi Efektif & “Belanja Masalah”: Pemimpin yang baik wajib menjadi pendengar yang aktif dan tidak ragu untuk turun langsung ke lapangan. “Banyaklah turun ke lapangan, belanja masalah. Dari sana kita akan mengetahui berbagai persoalan yang benar-benar terjadi,” ungkapnya.
Memiliki Mentor yang Tepat: Generasi muda didorong untuk mencari mentor yang berpengalaman di bidang yang ditekuni guna mendapatkan kritik serta masukan yang membangun sebagai kompas pengembangan diri.
Keberanian Mengambil Keputusan Berbasis Data: Seorang pemimpin harus berani mengambil keputusan dan bertanggung jawab penuh atas kebijakannya. Namun, keputusan tersebut wajib berpijak pada fakta dan data yang akurat, bukan asumsi.
Evaluasi Diri secara Berkala: Melakukan refleksi rutin untuk mengukur apa yang sudah berjalan optimal dan aspek apa saja yang memerlukan perbaikan.
Lebih lanjut, Ike mengingatkan bahwa kesuksesan tidak pernah hadir secara instan. Diperlukan proses panjang, perjuangan, mental pantang menyerah, serta karakter yang kuat untuk mewujudkan cita-cita. Ia juga berpesan agar anak muda fokus pada pertumbuhan diri sendiri tanpa sibuk membandingkan pencapaian dengan orang lain.
”Kita hanya perlu menjadi lebih baik dari diri kita yang kemarin, bukan lebih baik dari orang lain,” tambahnya.
Sebagai penutup paparan yang disambut antusias, Ike membocorkan bahwa dalam waktu dekat dirinya akan merilis sebuah film terbaru yang mengangkat kisah inspiratif tentang perjuangan seseorang yang berhasil bangkit dari jurang kemiskinan hingga mampu mengubah jalan hidupnya. Film ini diharapkan mampu menjadi pemantik semangat bagi generasi muda yang sedang mengejar mimpi atau mereka yang sedang berada di titik terendah.
Acara LYS 4.0 yang mengusung tema kepemimpinan di era transformasi ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional. Deputi Pelayanan Pemuda Kemenpora RI, Dr. Ir. Hendro Wicaksono, menegaskan pentingnya pemuda menjadi penggerak perubahan yang adaptif, inovatif, dan kolaboratif. Selain itu, Group CEO DOT Indonesia Group Biltraviano Ferian Harda serta trader global Narko Santoso juga hadir membagikan strategi mengeksekusi peluang di tengah disrupsi teknologi dan ekonomi ekonomi global. (***/ajo).

















