Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Probolinggo · 11 Jul 2026

BPJS Kesehatan dan RS Graha Sehat Perkuat Prolanis Lawan Penyakit Kronis


BPJS Kesehatan dan RS Graha Sehat Perkuat Prolanis Lawan Penyakit Kronis Perbesar

Probolinggo, Kabarpas.com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 BPJS Kesehatan Tahun 2026, BPJS Kesehatan Cabang Pasuruan bersama RS Graha Sehat Kraksaan menggelar Semarak Gerak Sehat Prolanis. Kolaborasi ini merupakan upaya untuk menekan angka penyakit tidak menular.

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengajak masyarakat, khususnya peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) agar lebih disiplin menjaga kesehatan melalui olahraga rutin, pemeriksaan kesehatan berkala serta penerapan pola hidup sehat.

Sebanyak 120 peserta dari berbagai kelompok Prolanis mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari Puskesmas Pajarakan, Puskesmas Kraksaan, Klinik Santika Kraksaan, Klinik Tjipluk Abdi Medika dan Klinik Saqa Kraksaan.

Selain senam dan jalan sehat, peserta juga memperoleh edukasi kesehatan serta layanan pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif dalam pengendalian penyakit kronis.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo dr. Hariawan Dwi Tamtomo, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pasuruan dr. Kemas Rona Kurniawansyah, Kepala Satuan Pemeriksaan Internal (SPI) RS Graha Sehat dr. Susanti Sugianto, Plt Direktur RS Graha Sehat dr. Rizky Pramudya Akbar, Kepala BPJS Kesehatan Kantor Kabupaten Probolinggo Farid Zaini serta jajaran RS Graha Sehat Kraksaan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pasuruan dr. Kemas Rona Kurniawansyah mengatakan Gerak Sehat Prolanis merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-58 BPJS Kesehatan yang diperingati setiap 15 Juli. Kegiatan tersebut bukan sekadar olahraga bersama, melainkan menjadi media edukasi agar masyarakat memahami pentingnya mengendalikan penyakit kronis sejak dini.

“Gerak Sehat Prolanis merupakan rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun BPJS Kesehatan yang diperingati setiap tanggal 15 Juli. Hari ini kami bersama RS Graha Sehat mengumpulkan kelompok-kelompok Prolanis dari puskesmas, klinik hingga rumah sakit untuk melaksanakan kegiatan bersama,” ujarnya.

Kemas menjelaskan penderita penyakit kronis tetap dapat menjalankan aktivitas secara normal selama kondisi kesehatannya terkontrol dengan baik melalui pemeriksaan rutin, kepatuhan mengonsumsi obat, olahraga dan pola hidup sehat. Prolanis juga menjadi sarana pembinaan kesehatan berkelanjutan karena kelompok-kelompok peserta rutin melaksanakan kegiatan setiap pekan.

“Kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan penyakit kronis. Apabila penyakit kronis tidak terkendali, dampaknya tentu jauh lebih berat. Karena itu kegiatan ini menjadi bagian dari upaya promotif agar peserta tetap sehat dan produktif,” terangnya.

Ia menambahkan seluruh peserta BPJS Kesehatan yang memiliki penyakit kronis diharapkan memanfaatkan layanan Prolanis secara optimal. “Kami mengajak seluruh peserta BPJS Kesehatan, khususnya penyandang penyakit kronis untuk terus menjaga kesehatan, melakukan kontrol rutin dan bergabung dalam klub Prolanis karena pelayanan yang diberikan sangat komprehensif,” tegasnya.

Sementara Plt Direktur RS Graha Sehat Kraksaan dr. Rizky Pramudya Akbar menyampaikan apresiasi kepada BPJS Kesehatan yang telah mempercayakan RS Graha Sehat sebagai mitra penyelenggara Gerak Sehat Prolanis.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan yang telah mempercayakan RS Graha Sehat sebagai kolaborator dalam kegiatan ini. Hal ini menunjukkan hubungan antara rumah sakit dan BPJS sangat erat. Kami tidak hanya bergerak di bidang pengobatan, tetapi juga pencegahan. Rumah sakit bukan sekadar tempat berobat, melainkan juga menjadi tempat membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan,” jelasnya.

Ke depan jelas Rizky, RS Graha Sehat berkomitmen memperluas kolaborasi dengan berbagai organisasi dan fasilitas kesehatan agar manfaat program dapat dirasakan masyarakat yang lebih luas.

“Langkah konkret kami adalah memastikan kegiatan positif seperti ini terus berlanjut. Kami berharap ke depan dapat melibatkan lebih banyak organisasi sehingga dampaknya semakin luas bagi masyarakat,” tambahnya.

Kepala SPI RS Graha Sehat dr. Susanti Sugianto mengajak masyarakat mulai menerapkan aktivitas fisik sederhana sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Jalan cepat dengan ayunan tangan selama tiga menit dalam lima siklus atau sekitar 30 menit sebagai olahraga yang mudah dilakukan siapa saja.

“Jalan cepat disertai ayunan tangan selama tiga menit dalam lima siklus atau sekitar 30 menit terbukti ampuh mengontrol tekanan darah, mengendalikan gula darah, meningkatkan kebugaran tubuh serta meningkatkan fungsi jantung tanpa membebani jantung secara berlebihan,” ungkapnya.

Susanti juga menekankan paradigma pelayanan kesehatan kini harus lebih menitikberatkan pada pencegahan dibandingkan hanya mengobati penyakit. “Seluruh fasilitas kesehatan, baik FKTP maupun FKTL, diharapkan memperkuat layanan promotif dan preventif sehingga masyarakat tetap sehat,” tegasnya.

Sedangkan Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Hariawan Dwi Tamtomo mengatakan penyakit tidak menular kini menjadi tantangan terbesar di sektor kesehatan. Kasus hipertensi, diabetes melitus, stroke, penyakit jantung, gagal ginjal hingga kanker terus mengalami peningkatan dan bahkan mulai banyak menyerang usia produktif.

“Kalau dulu penyakit menular lebih dominan, sekarang trennya bergeser ke penyakit tidak menular. Stroke, penyakit jantung, gagal ginjal hingga kanker semakin banyak. Padahal sebagian besar penyakit tersebut masih bisa dicegah,” katanya.

Menurut Hariawan, pemerintah daerah bersama BPJS Kesehatan akan memperluas pembentukan Klub Prolanis di puskesmas maupun desa agar masyarakat semakin mudah mengakses layanan.

“Kami akan memperbanyak Klub Prolanis di puskesmas maupun desa. Harapan kami bukan semakin banyak orang sakit yang ikut Prolanis, tetapi semakin banyak masyarakat yang tetap sehat karena mendapatkan edukasi dan pendampingan sejak dini,” jelasnya.

Ia memastikan seluruh layanan dalam Program Prolanis diberikan secara gratis karena telah dibiayai melalui BPJS Kesehatan. “Kalau ada Klub Prolanis yang meminta bayaran, laporkan langsung kepada saya. Program ini harus gratis karena seluruh pembiayaannya sudah disiapkan pemerintah melalui BPJS Kesehatan,” tegasnya.

Hariawan menerangkan, hipertensi dan diabetes melitus masih menjadi dua penyakit yang harus mendapat perhatian serius karena menjadi penyebab utama berbagai komplikasi berat, termasuk gagal ginjal. Tren pasien gagal ginjal yang menjalani cuci darah kini terus meningkat, bahkan mulai banyak dialami masyarakat berusia 30 hingga 35 tahun akibat hipertensi dan diabetes yang tidak terkendali.

“Kita ingin masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan. Jangan menunggu sakit baru datang ke fasilitas kesehatan. Lebih baik datang untuk belajar hidup sehat daripada datang ketika sudah terkena stroke, gagal ginjal atau serangan jantung,” pungkasnya. (len/ian).

Artikel ini telah dibaca 1 kali

Baca Lainnya

Diperta Kabupaten Probolinggo Siapkan Screen House Modern Perkuat Produksi Cabai Berkualitas

11 Juli 2026 - 19:36

Ilmu Antropologi di Pesantren Terpadu Al-Yasini

11 Juli 2026 - 06:54

TSM Honda Cetak Lulusan Siap Kerja, Buka Peluang Karier yang Luas

11 Juli 2026 - 06:49

Duta Keselamatan Berkendara MPM Honda Jatim Raih Prestasi di Safety Riding Camp Astra Honda 2026

10 Juli 2026 - 08:01

Big Bike New Rebel 1100, Simbol Kebebasan Ekspresi Generasi Modern

10 Juli 2026 - 07:56

Mahasiswa KKN Kelompok 14 UNU Pasuruan Lakukan Observasi dan Audiensi dengan Pemerintah Desa Manaruwi

10 Juli 2026 - 07:51

Trending di Berita Pasuruan