Reporter: Imron
Editor: Titin Sukmawati
___________________________________________
Panggungrejo (Kabarpas.com) – Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf minta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Pasuruan, untuk terus meningkatkan koordinasi antar lembaga maupun dengan pemerintah pusat dalam hal ini Kelompok Kerja Nasional (Pokjanas) TPID.
“Dengan koordinasi yang baik akan menguatkan kelembagaan. Sehingga tugas pengedalian inflasi bisa maksimal. Untuk itu, saya harapkan TPID Pasuruan terus meningkatkan koordinasi baik antar lembaga pendukung seperti Badan Pusat Statistik (BPS), Kepolisian, Kejaksaan dan OPD (organisasi perangkat daerah) terkait maupun dengan pusat dalam hal ini Pokjanas,” kata Bupati Irsyad Yusuf, saat membuka Forum Group Discussion (FGD) dan Koordinasi Sinkronisasi Program, di Gedung Serba Guna Pemkab Pasuruan, Kamis (27/04/2017).
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Irsyad mengingatkan tentang tugas TPID yang sangat berat yakni harus terus mengevaluasi sumber-sumber dan potensi tekanan inflasi yang mungkin atau sedang terjadi.
“Saya minta TPID untuk terus melakukan komunikasi, sosialisasi dan publikasi serta memberikan imbauan pada masyarakata mengenal hal-hal yang diperlukan untuk menjaga stabilitas harga,” ujar Bupati Irsyad.
Selain itu, Bupati Irsyad juga menyebut inflasi Kabupaten Pasuruan 2016 1,96% dan diharapkan bisa distabilkan.
Sementara itu, Ketua Pokjanas TPID Edi Prio Pambudi mengatakan, koordinasi antara TPID dan Pokjanas TPID sangat diperlukan. Sehingga apa yang terjadi di pusat bisa langsung diakses daerah dan begitu pula untuk sebaliknya.
“Kami sangat mengapresiasi TPID Kabupaten Pasuruan yang memiliki komitmen nyata dalam upaya pengendalian inflasi. Sehingga ini bisa dikatakan miniaturnya Indoinesia itu Jawa Timur, dan miniaturnya Jawa Timur itu Kabupaten Pasuruan,” pungkasnya. (iim/tin).

















