Kabarpas, Sidoarjo : DPC PKB Sidoarjo didera konflik internal, munculnya nama putra ketua DPC di dapil ketua fraksi hingga pemilihan nomor bacaleg antara pendatang baru dan senior kian memanas.
Siang tadi, DPC PKB Sidoarjo menyerahkan 50 nama bacaleg nya yang akan bertarung dalam pemilihan legislatif nanti. Namun, sosok Ketua DPRD Sidoarjo yang merupakan caleg petahana 3 periode tak terlihat dalam meriahnya arakan kader menuju KPU.
Usut punya usut perseteruan antara Ketua DPC PKB H. Subandi dan Ketua DPRD fraksi PKB H. Usman menjadi pemicu tak hadirnya H. Usman dalam penyerahan dokumen pendaftaran bacaleg.
Keduanya akhir-akhir ini memang digosipkan tengah perang dingin. Penyebabnya, diduga lantaran sikap Subandi yang dianggap tak menghargai senioritas Usman sebagai kader yang loyal terhadap partai.
Subandi juga menempatkan sang putra sebagai bacaleg pendatang baru di dapil yang sama dengan Usman yakni dapil Sidoarjo 1.
Selain menempatkan sang putra di dapil yang sama, Subandi rupanya juga memberikan nomor urut Bacaleg Usman kedua setelah putranya Raffi yang dianggap belum berkeringat untuk PKB.
“Ini kan namanya kesewenangan-wenangan harusnya kan dilihat siapa yang lebih senior dan siapa yang layak untuk nomor urut 1 tersebut. Saya ini kan pimpinan lembaga juga loyal banget ke PKB,” kata Usman saat ditemui.
Usman menyebut keputusan Ketua DPC dianggap sewenang-wenang tanpa melihat historis dan loyalitasnya sebagai kader PKB senior.
Usman mengaku sebelumnya, ia juga sempat diminta untuk pindah dapil yang bukan menjadi wilayah konstituennya sebagai ketua PAC PKB Sidoarjo.
“Sempat juga saya disuruh pindah dapil 5 Taman, Sukodono saya kan ketua PAC Sidoarjo kota masa iya saya disuruh pindah dapil yang bukan basis saya. Bahkan sebelum saya mendapat nomor bacaleg urutan 2 saya sempat dengar bahwa saya mau diberikan nomor 4 ini kan keterlaluan,” ungkap Usman.
Atas hal itu, Usman mengatakan memilih tak hadir dalam kemeriahan pendaftaran bacaleg ke KPU. Ia menegaskan akan berkirim surat ke DPW dan DPP PKB soal penolakannya atas nomor urut yang diberikan Ketua DPC.
“Yang jelas saya menolak dan akan bersurat ke DPW dan DPP PKB,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPC PKB Sidoarjo H. Subandi saat dikonfirmasi mengaku bahwa seluruh bacaleg dari 50 yang didaftarkan hadir semua tanpa terkecuali.
Ditanya soal penetapan nomor bacaleg, Subandi mengatakan semuanya sudah diberikan nomor urut yang bagus dan sesuai tidak ada tebang pilih.
“Semuanya saya kasih nomor yang bagus. Semua legowo, mudah-mudahan jadi,” kata Subandi.
Senada juga diungkapkan Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu DPC PKB Sidoarjo, H. Syihabuddin. Ia menegaskan jika tidak ada problem atas penetapan nomor bacaleg yang diberikan.
“Sudah diberikan nomor yang sesuai tidak ada masalah,” ujar Syihab. (ar/ian).

















