Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 22 Feb 2026

Flyover Mangli dan Taruhan Masa Depan Infrastruktur Jember


Flyover Mangli dan Taruhan Masa Depan Infrastruktur Jember Perbesar

Jember, Kabarpas.com – Rencana pembangunan flyover di kawasan Mangli kembali mengemuka setelah Menteri Pekerjaan Umum RI Dody Hanggodo meninjau langsung simpang padat tersebut saat kunjungan kerja ke Kabupaten Jember. Proyek sepanjang sekitar 1,1 kilometer itu diproyeksikan menjadi infrastruktur kunci yang menghubungkan wilayah selatan dengan pusat kota sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi kawasan.

Dalam pertemuan bersama Bupati Jember Muhammad Fawait, pada Minggu (22/2/2026), pembahasan tidak hanya menyentuh aspek teknis, tetapi juga urgensi jangka panjang pembangunan. Estimasi anggaran proyek disebut berada di kisaran Rp700–800 miliar, sementara Detail Engineering Design (DED) masih dalam tahap persiapan.

Secara teknis, Kementerian PU menilai simpang Mangli sebenarnya masih bisa ditangani melalui rekayasa lalu lintas. Namun proyeksi pertumbuhan kendaraan dan rencana industrialisasi Jember membuat solusi jangka panjang dinilai lebih relevan.

“Kalau dibangun, sebaiknya langsung empat jalur agar tetap memadai hingga 20 tahun ke depan. Dua jalur berisiko cepat penuh dan justru memindahkan kemacetan ke atas flyover,” kata Dody.

Pernyataan tersebut mencerminkan pendekatan pembangunan infrastruktur yang tidak hanya merespons kondisi saat ini, tetapi juga mempertimbangkan dinamika mobilitas di masa depan. Kemacetan di simpang Mangli selama ini menjadi salah satu titik rawan lalu lintas di Jember, terutama pada jam sibuk dan musim libur.

Pemerintah pusat menargetkan proyek dapat dimulai pada 2026, dengan waktu pengerjaan normal sekitar tiga tahun. Meski demikian, pemerintah daerah mengusulkan agar dua jalur awal dapat difungsikan lebih cepat guna mengurangi kepadatan lalu lintas yang sudah terjadi hampir setiap hari.

Bagi Pemerintah Kabupaten Jember, proyek ini tidak sekadar soal transportasi. Bupati Fawait menilai kelancaran akses menjadi prasyarat penting untuk menarik investasi dan mendorong industrialisasi daerah.

“Kemacetan yang terus terjadi bisa menghambat minat investor. Infrastruktur harus disiapkan lebih dulu jika Jember ingin tumbuh sebagai kawasan industri,” ujarnya.

Rencana flyover Mangli juga mencerminkan pergeseran orientasi pembangunan daerah dari sekadar pemenuhan kebutuhan dasar menuju infrastruktur pendukung pertumbuhan ekonomi. Dengan konektivitas yang lebih baik, kawasan sekitar Mangli berpotensi berkembang sebagai simpul baru aktivitas perdagangan dan industri.

Namun, seperti proyek infrastruktur besar lainnya, kesiapan lahan menjadi faktor penentu percepatan pembangunan. Tanpa pembebasan lahan yang tuntas, jadwal konstruksi berisiko mundur dari target.

Jika terealisasi, flyover Mangli diproyeksikan menjadi salah satu proyek infrastruktur terbesar di Jember dalam beberapa tahun terakhir. Lebih dari sekadar pengurai kemacetan, proyek ini dipandang sebagai indikator kesiapan daerah menghadapi peningkatan mobilitas dan kompetisi ekonomi antarwilayah di masa mendatang. (dan/ian).

Artikel ini telah dibaca 41 kali

Baca Lainnya

9.815 Kuota Bansos Belum Terisi, Pemkab Jember Ajukan Penambahan Penerima

25 September 2026 - 19:13

Pemkot Pasuruan Berangkatkan 28 Peserta Kontingen Porsadin ke Tingkat Jawa Timur

25 September 2026 - 17:06

Ompreng MBG di Jember Disorot karena Disebut Kotor, Pengelola Dapur: Noda Sisa Minyak

25 September 2026 - 16:45

Gus Anam Lepas 20 Santri Andalusia Studi ke Al-Azhar Mesir

25 September 2026 - 13:52

Jember Tawarkan Blueprint Home Care ke Kemenkes, Wamen: Sudah Dikenalkan ke Daerah Lain 

25 September 2026 - 11:46

Gowes Bareng, Mas Adi Tinjau Rusunawa Petahunan hingga Susuri Sungai Melihat Potensi Wilayah Perairan Kota Pasuruan

25 September 2026 - 11:11

Trending di Berita Pasuruan