Pasuruan (Kabarpa.com) – Hingga kini yang menjadi permasalahan kebutuhan mendasar bagi masyarakat di pedesaan maupun di perkotaan ialah masalah air bersih dan sanitasi. Pasalnya, sampai saat ini hal tersebut masih juga belum teratasi secara maksimal. Untuk itulah pihak dari Forum Kabupaten Pasuruan Sehat (FKPS) menggelar workshop percepatan stop buang air bersih (BAB) sembarangan.
Kegiatan workshop ini berlangsung di Kantor Bapedda Kabupaten Pasuruan, dan diikuti oleh puluhan peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai intasnsi, perusahaan, dan organisasi masyarakat (Ormas). Di antaranya yaitu Bappeda, Dinkes, Dinas PU Cipta Karya, Bapemas, BLH, Pengairan, PT Tirta Investama (Aqua), IWINS, PC Muslimat, PC Fatayat, PD Aisiyah, dan PD Nasiyatuk Aisiyah.
“Tujuan digelarnya workshop ini ialah untuk mengidentifikasi peta peluang masing-masing SKPD dan pihak lain baik menyangkut kebijakan, program, pembiayaan, dan informasi penting untuk dikoordinasikan dan dipadukan dalam gerakan terpadu Ayo Gawe WC,” kata Syukur S Apriwiyanto, sekretaris panitia kepada Kabarpas.com.
Dijelaskan, hasil dari kegiatan workshop yang bertajuk “Menyamakan Persepsi dan Menyusun Perencanaan Terpadu Gerakan Ayo Gawe WC Menuju Akses Universal 100.0.100 di Kabupaten Pasuruan 2019” ini, para peserta bisa memiliki visi dan misi bersama tentang instruksi Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf melalui gerakan terpadu Ayo Gawe WC.
“Selain itu peserta workshop diharapkan juga mampu merumuskan konsep pelaksanaan gerakan terpadu Ayo Gawe WC, dengan melibatkan semua pihak terkait seperti perusahaan, pegiat air bersih dan sanitasi di Kabupaten Pasuruan. Dan yang terpenting lagi yaitu peserta bisa menyusun data base bersama SKPD terkait melalui sasaran, lokasi, waktu dan perannya masing-masing,” terangnya kepada Kabarpas.com.
Sementara itu, Kabid Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK) Dinkes Kabupaten Pasuruan, Lis Lidia mengatakan, kalau pihaknya akan melakukan validadi data base kecamatan titik pantau, yang sesuai dengan akses sanitasi lebih 90 persen. Di tutur prigen pandaan tosari.
“Untuk saat ini kecamatan titik pantaunya ada 4, yaitu di Kecamatan Tutur, Prigen, Pandaan, dan Tosari. Dan perlu diketahui bahwa selama ini kami sudah melakukan sosialisasi ke masyarakat yaitu masalah gerakan terpadu Ayo Gawe WC. Itu kami lakukan dengan mengandeng Muslimat dan Fatayat di setiap kecamatan,” pungkasnya. (adv).
















