Panggungrejo (Kabarpas.com) – Masih banyaknya masyarakat yang belum bisa mengatur finansialnya dengan baik. Menjadi perhatian tersendiri bagi Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKK) PBNU. Untuk itulah, pihaknya bersama PT. Pegadaian menggelar Workshop tentang Perencanaan Keuangan Keluarga.
Acara workshop ini digelar di Gedung Segoropuro, Pendopo Kabupaten Pasuruan. Dan diikuti 50 peserta yang terdiri dari sejumlah Banom PCNU Kabupaten Pasuruan. Di antaranya yaitu anggota GP Ansor, Fatayat NU, dan Muslimat NU.
Turut hadir pula dalam Workshop ini, yaitu Ketua PW LKKNU (Pengurus Wilayah Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama) Jatim, H Zahrul Azhar Asumnta atau yang akrab dipanggil Gus Han, Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin atau yang akrab disapa Gus Ipong, Ketua GP Ansor Kabupaten Pasuruan, Farid Sauqi, dan pengurus harian di jajaran PCNU serta seluruh ketua Banom NU kabupaten setempat.
Workshop perencanaan keuangan keluarga ini, dibuka langsung oleh Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf. Dalam kesempatan itu, Bupati Irsyad menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung, dengan adanya kegiatan ini. Sebab menurutnya hal ini menyangkut dengan kesejahteraan warganya untuk menuju Kabupaten Pasuruan yang maslahat.
“Saya sangat apresiasi dengan kegiatan seperti ini. Semoga kedepan bisa digelar lagi. Dan kami Pemkab Pasuruan selalu siap untuk mendukung kegiatan dan program bernuansakan kemasyarakatan,” kata Bupati Irsyad dalam sambutannya.
Sementara itu, Sekretaris LKK PBNU, Hj Alissa Wahid menegaskan bahwa warga nahdliyin harus merencanakan keuangan keluarganya dengan baik. Sebab menurutnya, dengan perencanaan akan memberikan panduan perihal prioritas dan pengaturan pengeluaran keuangan.
“Semakin banyak warga NU yang bisa merencanakan keuangannya dengan baik, maka akan bisa mempercepat cita-cita bersama, yakni untuk kemaslahatan umat, ” kata putri Alm KH, Abdurrahman Wahid (Gus Dur) kepada Kabarpas.com saat ditemui di sela-sela acara tersebut masih berlangsung.
Wanita yang akrab disapa Neng Alissa ini juga bercerita, tentang latar belakang lahirnya program pelatihan kepada warga nahdiyin, yang nantinya akan menjadi fasilitator perencanaan keuangan keluarga di tempatnya masing-masing.
“Ini berawal ketika saya sering blusukan di berbagai daerah atas nama Gusdurian dan bertemu dengan warga NU di tingkat bawah. Mereka semua mengeluhkan permasalahan sama, yakni persoalan biaya pendidikan anak-anak, ” terangnya kepada Kabarpas.com.
Selain itu, Neng Alissa menjelaskan, Pengurus Besar NU Periode 2015-2019 telah menyepakati salah satu programnya adalah meningkatkan kesejahteraan warga NU di tiga bidang. Yakni, meliputi bidang kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.
“Karena LKKNU adalah sebuah lembaga yang mengurusi keluarga, maka kami kemudian membuat program perencanaan keuangan keluarga ini, agar keluarga nahdiyin bisa membawa maslahat untuk semuanya, “ ujar Neng Alissa.
Dalam kesempatan yang sama, General Manager Produk Emas PT Pegadaian (Persero), Mulyono, menyampaikan instrumen investasi seperti saham, properti, surat berharga, tabungan emas, dan deposito. Bahkan, ia juga mengingatkan pada masyarakat adanya investasi bodong yang menjanjikan keuntungan yang tak rasional.
“Tujuan kerjasama ini ialah untuk memberikan inklusi ke masyarakat, agar masyarakat bisa paham tentang pengelolaan keuangan. Sehingga diharapkan masyarakat bisa mudah dalam memilih investasi yang benar dan terhindar dari investasi bodong,” pungkasnya. (ajo/gus).
















