Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Politik & Pemerintahan · 10 Agu 2015

Kepala Perwakilan BKKBN Jatim : Angka Pernikahan Dini di Jawa Timur Masih Tinggi


Kepala Perwakilan BKKBN Jatim : Angka Pernikahan Dini di Jawa Timur Masih Tinggi Perbesar

Pasuruan (Kabarpas.com) – Angka pernikahan dini di Jawa Timur masih terbilang tinggi. Bahkan, angka tersebut berada di atas angka rata-rata nasional. Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Kepala Perwakilan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jatim, Dwi Listyawardani saat membuka acara Hari Keluarga XXII Tingkat Provinsi Jatim di Taman Candra Wilwatikta, Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Senin (10/8/2015).

“Remaja Jawa Timur yang menikah dini ada di angka 53/1.000. Sebab angka rata-rata nasional saat ini adalah 48/1.000. Untuk itu kami tetap berupaya untuk menekannya,” ucapnya.

Perempuan yang akrab disapa Dani ini menjelaskan, wilayah Jawa Timur yang angka pernikahannya termasuk tinggi, yaitu berada di sekitar Tapal Kuda dan Pantura. Ia menuturkan faktor budaya masih menjadi alasan utama para remaja Jatim untuk menikah di usia yang belum matang. “Sampai saat ini masih ada orangtua yang menjodohkan anak-anaknya. Namun, hal itu mulai tersaingi oleh pergaulan bebas,” imbuhnya.

Meski demikian, guna menekan angka pernikahan dini, pihaknya telah bekerjasama dengan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Jatim untuk menyosialisasikan program pematangan pernikahan generasi berencana atau genre kepada kaum muda.

“Keluarga menjadi sarana orangtua dan anak saling berbagi, termasuk merencanakan pernikahan. Jargonnya bekerja dulu baru menikah,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua II TP PKK Jatim, Chairani Yuliati Akhmad Sukardi menambahkan keluarga menjadi dasar tumbuh kembang anak-anak. Komunikasi orangtua dan anak akan memberikan pemahaman kepada para remaja, mengenai pentingnya merencanakan pernikahan.

“Oleh karena itulah kami gandeng ibu-ibunya di acara-acara PKK agar merencanakan pernikahan putra-putri mereka dengan matang. Adanya perencanaan pernikahan niscaya akan mengarah ke keluarga yang siap secara mental dan materi,” pungkasnya. (ajo/sym).

Artikel ini telah dibaca 16 kali

Baca Lainnya

Novita Hardini: Pembekuan Saldo Seller TikTok Shop Bukti Negara Gagal Lindungi UMKM Digital

3 Juli 2026 - 06:48

DP3AKB Jember Masuk 5 Besar PPA Award Jawa Timur

17 Juni 2025 - 20:13

DP3AKB Jember Sebut Stunting Bisa Ditekan dengan Pemenuhan Gizi dan Pola Hidup Sehat

17 Juni 2025 - 19:29

Kasatpol PP Pemkab Jember Pimpin Prosesi Pembaretan Anggota Baru dari Unsur CPNS dan P3K

17 Juni 2025 - 18:15

Sengketa 4 Pulau Aceh ke Sumut, JCC: Mendagri Jangan Repotkan Presiden Prabowo

16 Juni 2025 - 11:13

Koperasi Desa Sidomulyo Jadi Percontohan se-Indonesia, Sekda Jupriono: Ini Jadi Pemicu Ekonomi di Desa

15 Juni 2025 - 22:41

Trending di Politik & Pemerintahan