Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Berita Pasuruan · 13 Okt 2017

Komisioner KPU Sebut Pilkada Pasuruan Berpotensi Rawan Racuh


Komisioner KPU Sebut Pilkada Pasuruan Berpotensi Rawan Racuh Perbesar

Reporter : Ajo

Editor : Agus Harianto

_________________________________________________________________________

Pasuruan (Kabarpas.com) – Salah satu anggota komisioner KPU Kabupaten Pasuruan menyebut bahwa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Pasuruan pada 2018 nanti, berpotensi dan rawan terjadinya kerusuhan. Pasalnya, persaingan masing-masing pasangan calon, membuat pendukung setiap calon menjadi salah satu pemicu terjadinya kerusuhan.

Hal tersebut disampaikan oleh salah satu komisioner KPU Kabupaten Pasuruan, Azmi Abbas saat sosialisasi tahapan Pilkada Kabupaten Pasuruan yang diikuti seluruh partai politik, ormas dan LSM di Kabupaten Pasuruan.

“Informasi dari intelijen disebutkan bahwa Pilkada Kabupaten Pasuruan rawan terjadinya kerusuhan. Bahkan pihak intelijen sudah menyampaikan beberapa indikasi yang bisa menjadi penyulut terjadinya kerusuhan,” kata Azmi Abbas, Jumat (13/10/2017).

Menanggapi informasi tersebut, para peserta justru mengingatkan KPU Kabupaten Pasuruan selaku pihak penyelenggara. KPU dituntut untuk bisa menyelenggarakan pilkada yang jujur dan adil serta bersikap netral.

“Dalam beberapa kasus, kerusuhan pilkada di daerah-daerah justru dipicu oleh pihak penyelenggara, terutama KPU. Karena KPU sering dianggap tidak jujur dan tidak adil serta berpihak kepada pasangan tertentu. Selain itu KPU justru dianggap btidak tegas dalam mengambil berbagai tindakan yang harus segera diputuskan di lapangan,” kata Tuji Hartono, salah seorang peserta.

Bahkan peserta yang lain juga menyampaikan tentang perihal daftar jumlah pemilih, yang banyak ditemukan tidak valid. Misalnya, orang meninggal ternyata masih masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT). Sedangkan yang masih hidup, namanya justru tidak ada dalam DPT.

“Masalah daftar pemilih ini sering kali juga menjadi pemicu di lapangan. Terutama saat waktu pencoblosan dan membuat masyarakat resah hingga memprotesnya. Kalau sudah seperti itu, bisa berujung pada pertikaian yang bisa menyulut kerusuhan,” tukas Nawawi dari PC Ansor Pasuruan.

Menanggapi berondongan peserta tersebut, dua komisioner KPU, Azmi Abbas dan Titin Wahyuningsih menangkisnya, bahwa kerusuhan tidak mesti dikarenakan oleh KPU. Karena terkait pilkada, ada tiga unsur yang terkait langsung, yakni KPU dan Panitia Pengawas (Panwas) serta pasangan calon dan pendukungnya.

“Makanya untuk menekan dan mencegah terjadinya kerusuhan, salah satu di antaranya adalah dengan sosialisasi untuk membangun kesadaran berdemokrasi. Sosialisasinya harus kepada semua lapisan. Sehingga terjadi persaingan yang sehat,” kata Azmi Abbas.

Sedangkan terkait daftar pemilih, KPU Kabupaten Pasuruan berupaya meminimalisir terjadinya kesalahan data. Salah satu upayanya dengan terus menyerukan kepada warga untuk proaktif, jika namanya tidak tercantum dalam DPT. “Slogan kami saat ini adalah ‘KPU Melayani’. Artinya kami siap melayani masyarakat yang tidak masuk dalam DPT, agar hak demokrasinya bisa terpenuhi,” pungkasnya. (ajo/gus).

Artikel ini telah dibaca 31 kali

Baca Lainnya

ESI Kota Pasuruan Jaring Atlet Muda Lewat Turnamen Esports Menuju Kapolri Cup 2026

20 Juni 2026 - 11:57

Pemkot Pasuruan dan BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Sinergi Wujudkan Perlindungan Menyeluruh bagi Masyarakat

20 Juni 2026 - 06:53

Ratusan Pelajar Pasuruan dan Sekitarnya Ikuti Seminar Inspiratif AHM Best Student 2026

19 Juni 2026 - 14:23

​Ratusan Pelajar se-Pasuruan Raya Antusias Ikuti Seminar Inspiratif Bertajuk Gen Z Berkarya, Indonesia Berdaya

18 Juni 2026 - 23:41

Wajah Baru Syiar Al-Qur’an di Universitas Yudharta

16 Juni 2026 - 07:46

Pengurus PBSI Kota Pasuruan Resmi Dilantik, Mas Nawawi Ajak Perkuat Kolaborasi untuk Kemajuan Olahraga

13 Juni 2026 - 20:05

Trending di Berita Pasuruan