Probolinggo, Kabarpas.com – Rombongan Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia (KREASI) dari Kalimantan Barat (Kalbar) mengunjungi Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo untuk mempelajari secara langsung praktik Pembelajaran Kelas Rangkap (PKR) atau multigrade teaching.
Kunjungan benchmarking dan learning exchange tersebut dipusatkan di SDN Sukapura 3 Kecamatan Sukapura dan menjadi bagian dari kegiatan “Penguatan Praktik Pembelajaran Kelas Rangkap melalui Benchmarking dan Learning Exchange”.
Rombongan KREASI Kalbar datang untuk menggali pengalaman Kabupaten Probolinggo dalam menerapkan pembelajaran kelas rangkap. Mereka juga melihat secara langsung bagaimana guru mengelola pembelajaran dengan peserta didik dari lebih dari satu tingkat kelas dalam satu lingkungan sekolah.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang pertukaran pengalaman untuk memperkuat pemahaman, kapasitas dan kemampuan peserta dalam mengadaptasi praktik PKR sesuai karakteristik daerah masing-masing. KREASI sendiri merupakan program yang dirancang untuk mempercepat peningkatan literasi, numerasi dan karakter peserta didik melalui pendekatan pembelajaran yang holistik, relevan, fleksibel dan berkelanjutan.
Rombongan KREASI Kalbar berjumlah 10 orang dari Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara. Di antaranya National Project Manager KREASI Dr. Gufron Amirullah, Advisor Education KREASI Prof. Dr. Ananto Kusuma Seta, Coordinator Finance KREASI Prof. Herwina Bahar, Safeguarding Focal Point Dr. Muhammad Khoirul Huda, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara Jumadi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ketapang Dharma serta unsur pengelola program dan satuan pendidikan dari kedua daerah.
Kedatangan rombongan disambut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono bersama Korwil Bidang Dikdaya Kecamatan Sukapura Nur Habibah Umaroh, Pengawas Sekolah, Kepala SDN Sukapura 3 Mujiono serta guru-guru Fase A yang menerapkan pembelajaran kelas rangkap.
Kegiatan tersebut juga dihadiri tim Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) Jakarta, Provincial Manager INOVASI Jawa Timur M. Adri Budi dan District Officer INOVASI Kabupaten Probolinggo Anwar Sutranggono.
Advisor Education KREASI Prof. Dr. Ananto Kusuma Seta memberikan apresiasi terhadap praktik kelas rangkap dan PAUD-SD satu atap yang telah berjalan di Kabupaten Probolinggo, khususnya Kecamatan Sukapura.
Menurutnya, pengalaman Kecamatan Sukapura memiliki relevansi dengan kondisi sejumlah wilayah lain di Indonesia yang menghadapi keterbatasan jumlah peserta didik, tenaga pendidikan maupun akses pendidikan.
“Praktik baik kelas rangkap di Kecamatan Sukapura ini layak untuk menjadi model nasional karena banyak wilayah di Indonesia memiliki sekolah dengan kondisi kekurangan siswa, tenaga pendidikan, akses yang sulit namun anak-anak tetap harus mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas,” ungkapnya.
Sementara Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono mengatakan kunjungan KREASI dari Kalimantan Barat menunjukkan adanya ketertarikan daerah lain untuk mempelajari penerapan multigrade teaching di Kabupaten Probolinggo.
“Alhamdulillah, Kabupaten Probolinggo didatangi tamu dari Kalbar, tepatnya dari Kabupaten Kayong Utara dan Ketapang. Mereka sangat antusias dan ingin belajar lebih mendalam terkait penerapan multigrade teaching,” katanya.
Menurut Hary, kunjungan tersebut tidak menutup kemungkinan berkembang menjadi penelitian maupun studi banding. Apalagi dalam rombongan juga terdapat sejumlah dosen dari Universitas Muhammadiyah yang turut mendalami penerapan pembelajaran tersebut.
“Kebetulan juga didampingi beberapa dosen yang mengajar di Muhammadiyah. Dalam waktu dekat mungkin akan ada penelitian atau studi banding dari dosen tersebut untuk mengkaji bagaimana penerapannya ke depan di Kalimantan Barat,” jelasnya.
Hary menyambut baik proses pertukaran pengalaman tersebut. Harapannya pembelajaran multigrade teaching yang berkembang di Kabupaten Probolinggo dapat dipelajari dan diterapkan lebih luas di berbagai daerah. “Insya Allah kita sambut baik karena nanti ada wacana untuk progres ke depan, sehingga multigrade teaching bisa diterapkan juga di seluruh Indonesia,” terangnya.
Lebih lanjut Hary menambahkan, penerapan multigrade teaching juga telah mendapat perhatian dalam pengembangan kebijakan pendidikan. “Multigrade teaching sudah diakomodir oleh Tim INOVASI dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan sudah diakui. Ada multigrade teaching dan juga ada regulasinya,” tambahnya.
Selama kunjungan, rombongan KREASI terlebih dahulu melakukan observasi lingkungan SDN Sukapura 3. Mereka melihat kondisi sekolah, pengelolaan ruang, sarana serta ekosistem pembelajaran yang mendukung pelaksanaan kelas rangkap.
Observasi kemudian dilanjutkan dengan melihat proses pembelajaran secara langsung menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan. Peserta mengamati strategi guru dalam mengelola peserta didik dari lebih dari satu tingkat kelas, termasuk pengelolaan kelompok belajar, penerapan diferensiasi, interaksi antarmurid, penguatan kemandirian serta pengelolaan waktu pembelajaran.
Bagi rombongan KREASI, observasi tersebut menjadi kesempatan untuk melihat bahwa PKR bukan sekadar menggabungkan beberapa tingkat kelas dalam satu ruangan. Pelaksanaannya membutuhkan kemampuan guru dalam merancang pembelajaran, mengatur kelompok belajar, memilih strategi yang sesuai serta memastikan setiap peserta didik tetap memperoleh pengalaman belajar yang bermakna.
Setelah observasi kelas, kegiatan dilanjutkan dengan refleksi dan diskusi hasil pengamatan sebelum rombongan mengikuti KKG Multigrade Fase A Kecamatan Sukapura.
Dalam forum KKG, rombongan KREASI mempelajari bagaimana komunitas guru menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pembelajaran kelas rangkap. Pembahasan mencakup kolaborasi guru, pengembangan perangkat pembelajaran serta penguatan praktik pembelajaran melalui komunitas belajar.
Forum kemudian diperluas melalui diskusi bersama unsur Disdikdaya, Korwil, kepala sekolah, guru, tim pengembang, fasilitator daerah dan KKG. Pembahasan tidak hanya menyentuh praktik pembelajaran, tetapi juga dukungan kebijakan, tata kelola, peningkatan kapasitas guru, tantangan implementasi serta keberlanjutan program.
Kunjungan KREASI Kalbar ke Kecamatan Sukapura tersebut dirancang bukan sebagai studi banding yang hanya berorientasi pada melihat dan meniru. Melalui benchmarking dan learning exchange, peserta diajak mempelajari praktik, melakukan refleksi, menganalisis konteks dan menentukan bagian yang dapat diadaptasi sesuai kebutuhan daerah.
Bagi Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, pengalaman dari Kecamatan Sukapura diharapkan menjadi bahan untuk mengembangkan praktik pembelajaran kelas rangkap sesuai karakteristik sekolah masing-masing. Sementara bagi Kabupaten Probolinggo, kunjungan tersebut menjadi momentum untuk berbagi praktik baik sekaligus memperluas jejaring pembelajaran antardaerah.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran kelas rangkap dapat menjadi pendekatan yang relevan bagi wilayah dengan kondisi pendidikan yang beragam. Dengan dukungan guru, sekolah, KKG, pengawas, Korwil, pemerintah daerah dan mitra pendidikan, PKR tidak hanya menjadi solusi atas keterbatasan, tetapi juga dapat mendorong pembelajaran yang lebih adaptif, kolaboratif dan kontekstual. (len/ian).

















