Reporter : Itonk Reflection
Editor : Agus Hartanto
___________________________________
Pasuruan (Kabarpas.com) – Untuk melengkapi gegap gempita perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-72. Jaringan GusDurian Pasuruan menggelar Amal Agustusan untuk para penjaga Pos Palang Pintu Kereta Api dan Relawan Pengatur Lalu Lintas Jalan Raya yang melintasi Rel Kereta Api tanpa Palang Pintu.
“Agustus sebagai bulan kemerdekaan, sudah menjadi bulan istimewa bagi masyarakat Indonesia. Berbagai kegiatan dilakukan untuk merayakannya. Mulai dari kegiatan ritual, seperti pelaksanaan upacara bendera, selametan, serta berbagai event karnaval dan perlombaan-perlombaan. Hari ini, kami melengkapi perayaan agustusan tersebut dengan amal sosial,” ujar Makhfud Syawaludin, Penggerak Komunitas Gitu Saja Kok Repot (KGSKR) Jaringan GusDurian (JGD) Pasuruan usai menyerahkan bingkisan kepada Relawan pengatur lalu lintas yang melintasi Rel Kereta Api tanpa Palang Pintu di Yonkav 8 Bangil Pasuruan.
Pria yang saat ini masih berstatus mahasiswa Pascasarjana Universitas Yudharta tersebut mengatakan, pemberian bingkisan secara sederhana tersebut salah satunya yaitu berupa rompi.
Hal senada juga dikatakan oleh Muhammad Najib. Menurutnya, penjaga Pos Palang Pintu Kereta Api belum mendapatkan fasilitas yang layak dalam menjalankan pekerjaannya.
“Sebelumnya kami juga melakukan wawancara dan observasi, kami menemukan sebagian besar fasilitas penjaga pos palang pintu tidak layak untuk digunakan. Para penjaga pos tidak mengeluh soal gaji, tetapi berharap fasilitas untuk pekerjaannya agar diperhatikan, sebab pekerjaan tersebut menyelamatkan banyak orang,” terang pemuda yang juga penggerak KGSKR JGD Pasuruan tersebut.
Ia menambahkan bahwa selain rompi, pihaknya juga memberikan bingkisan untuk Petugas di Pos Kereta Api berupa matras untuk alas salat, heater untuk membuat kopi, dan beberapa prasarana untuk membantu pekerjaannya.
Selain itu, ia juga mengatakan bahwa kegiatan tersebut diiukuti oleh beberapa aktifis lintas agama serta aktifis mahasiswa. Adapun pelaksanaannya dilakukan di beberapa titik, yaitu mulai dari Yonkav Beji hingga Pos Palang Pintu Kereta Api di Latek Kecamatan Bangil.
“Kegiatan tersebut dimulai dengan doa bersama untuk Indonesia yang dipimpin oleh Pendeta David Kurniawan dari GBIS (Gereja Bethel Injil Sepenuh) Pandaan dan diakhiri dengan berkunjung ke Klenteng Kota Pasuruan dalam rangka menguatkan silaturrahmi diantara semua elemen masyarakat Indonesia yang beragam,” pungkas Alumni STAI Pancawahana Bangil tersebut. (ito/gus).

















