Reporter : Hari Sudarmoko
Editor : Agus Hariyanto
Pasuruan, Kabarpas.com – Suci Devita Aristianti (32), salah seorang agen travel asal Dusun Pager wetan, Desa Pager, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan melaporkan seorang oknum kepala sekolah (Kepsek) SMP Negeri yang ada di Kecamatan Lumbang berinisial ZR ke Polresta Pasuruan.
Suci Devita melaporkan oknum kepala sekolah itu ke Polresta Pasuruan lantaran ia merasa telah dirugikan secara material dan in material atas beredarnya foto dalam aplikasi Whatshapp yang diberikan kata-kata sebagai berikut:
“Hati2 terhadap kedua orang yang baju batik coklat dan baju putih di atas. Kedua orang tersebut mengatasnamakan travel. Telah melarikan uang study tour di lembaga SMP Negeri di Kabupaten Pasuruan. Dan sdh di tangkap oleh Polresta Pasuruan Waspada !!!! TOLONG SHARE KE GROUP YG ANDA PUNYA BIAR TIDAK TERJADI KORBAN2 BERIKUTNYA”, bunyi tulisan pesan yang dikirim oleh oknum Kepsek tersebut yang disertai dengan gambar foto Suci.
Saat ditemui di kediamannya, Suci Devita Arisanti mengatakan bahwa dirinya tidak mengenal dengan oknum kepala sekolah itu, dan bahkan ia mengaku tidak mempunyai urusan apapun dengan pihak oknum kepala sekolah tersebut.
“Saya tidak mengenal siapa ZR itu, bahkan tidak punya masalah dengan dia. Hanya saja, saya pernah ada masalah intern di perusahaan saya. Tapi itu sudah saya selesaikan, bahkan kwitansi pengembalian saya ada,” ucapnya.
Saat wartawan media ini mencoba menghubungi oknum tersebut, guna mengklarifikasi terkait kasus ini. Namun, si oknum kepala sekolah tersebut tidak mengangkat bahkan pesan singkat melalui whatsApp juga tidak dijawab.
Sementara itu, Kasubag Humas Polres Pasuruan Kota, AKP Endy Purwanto membenarkan terkait adanya laporan korban ke Polresta Pasuruan.
“Kemungkinan kasusnya baru dilaporkan saja belum digelar. Karena laporannya kan baru kemarin, dan saya juga masih belum tahu rinciannya seperti apa laporannya sebab belum ketemu sendiri sama yang lapor. Tapi, inti ceritanya travel itu tidak memberangkatkan wisata ke Bali karena Corona. Padahal uangnya informasinya sudah dikembalikan, tapi itu benar apa tidak saya belum tahu pasti karena belum baca laporannnya. Itu saya dapat infonya dari salah satu wartawan,” terangnya. (har/gus).

















