Reporter: Khamim
Editor: Agus Hartanto
___________________________________________
Pohjentrek (Kabarpas.com) – Korupsi adalah salah satu penyakit masyarakat yang siapa saja bisa terjerat, baik secara sadar ataupun tidak sadar. Bahkan, warga nahdliyin pun sering menjadi korban dari penyakit masyarakat ini.
Melalui bedah buku “Jihad NU Melawan Korupsi” yang diselenggarakan oleh Lakpesdam PCNU Kabupaten Pasuruan bekerjasama dengan Lakpesdam PBNU, dan KPK RI. NU berikhtiar supaya warga nahdliyin bisa melawan agar tidak menjadi korban.
Acara ini dilaksanakan di Graha NU Kabupaten Pasuruan, dan diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai kalangan. Di antaranya yaitu pelajar, mahasiswa, santri, dan juga perwakilan dari penggurus banom PCNU Kabupaten Pasuruan.
Selain itu, acara ini diawali dengan musikalisasi pembacaan puisi oleh sastrawan Pasuruan, Gus Haidar Hafeez. Dihadapan para tamu undangan dan peserta, pimpinan Rumah Sastra tersebut membacakan puisi berjudul “Baca Novel”.
“9 nilai anti korupsi adalah jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani, dan adil,” ujar Ramah Handoko dari Deputi Pencegahan, Direktorat Pendidikan Pelayanan Masyarakat, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, saat memberikan pemaparannya
Sementara itu, Hifdzil Alim, salah satu tim penulis buku “Jihad NU Melawan Korupsi” memberi wawasan kepada para peserta supaya bisa berjihad melawan korupsi.
“Pernah ada korban korupsi dari pondok pesantren, dan mereka merupakan korban dari oknum-oknum, dan saya harap kalian semua bisa melawan korupsi dari diri kita terlebih dahulu, minimal membaca buku ini,” pungkasnya. (mim/gus).

















