Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 25 Sep 2026

Ompreng MBG di Jember Disorot karena Disebut Kotor, Pengelola Dapur: Noda Sisa Minyak


Ompreng MBG di Jember Disorot karena Disebut Kotor, Pengelola Dapur: Noda Sisa Minyak Perbesar

Jember, Kabarpas.com – Kondisi wadah makanan atau ompreng dalam penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kelurahan Banjarsengon, Kecamatan Patrang, Jember, menjadi perbincangan di media sosial.

Gibahan tersebut muncul setelah akun Muhamad Abas mengunggah foto dan keluhan mengenai kondisi ompreng melalui grup Facebook IWJ Official pada Kamis (24/9/2026).

Dalam unggahannya, Abas meminta pengelola dapur MBG memperhatikan kebersihan ompreng yang digunakan untuk mendistribusikan makanan kepada penerima manfaat di wilayah Banjarsengon.

“Saran untuk dapur MBG yang menyalurkan MBG ke daerah Kelurahan Banjar Sengon, kalau cuci oprengnya yang bersih,” tulis Abas dalam unggahannya.

Unggahan tersebut kemudian mendapat perhatian publik karena berkaitan dengan kebersihan wadah makanan dalam program pemerintah yang menyasar anak-anak.

Berdasarkan penelusuran, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang disebut dalam unggahan tersebut merupakan SPPG milik AS.

Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, AS membantah bagian yang terlihat pada ompreng tersebut merupakan karat. Menurut dia, bagian tersebut kemungkinan merupakan sisa minyak yang belum sepenuhnya terangkat saat proses pencucian dan kemudian mengering setelah terkena alat pengering.

“Aman, bukan berkarat. Kemungkinan sisa minyak yang tidak tuntas, terkena pengering akhirnya mengering, bukan karat,” ujar AS.

Menurut AS, bagian yang menjadi sorotan berada di area atas wadah dan tidak bersentuhan dengan makanan yang diporsikan.

Ia juga mengatakan kondisi tersebut hanya ditemukan pada satu ompreng dari hampir 3.000 wadah yang digunakan untuk menyiapkan dan mendistribusikan makanan.

“Dan itu tidak berpengaruh sama sekali pada masakan karena di atas area isi makanan. Dan itu mestinya tidak terisi oleh pemorsian,” ucapnya.

AS mengatakan persoalan tersebut telah dilaporkan oleh Kepala SPPG, Bagus Satrio, untuk ditindaklanjuti melalui alur sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Sudah dilaporkan oleh Ka SPPG-nya Bagus Satrio ke jalur di alurnya sesuai SOP. Alhamdulillah dari hampir 3.000 porsi hanya satu ompreng yang begitu,” ujar AS.

Ia kembali menegaskan bahwa menurut pihaknya makanan yang didistribusikan tetap aman dan tidak terkontaminasi bagian wadah yang menjadi sorotan.

“Alhamdulillah tidak terkontaminasi dengan makanan karena itu sisa minyak yang terkena panas pengering,” katanya.

Temuan tersebut menjadi perhatian karena kebersihan peralatan makan merupakan salah satu aspek penting dalam penyediaan makanan untuk program MBG.

Program MBG menyasar sejumlah kelompok penerima manfaat, termasuk anak sekolah, ibu hamil, serta anak balita. Dengan jumlah penerima yang besar, proses penyediaan makanan membutuhkan pengawasan pada setiap tahapan, termasuk pencucian, pengeringan, pemeriksaan wadah, pemorsian hingga distribusi.

Dalam kasus ompreng yang disorot di Banjarsengon, pihak SPPG menyatakan noda tersebut bukan karat dan hanya ditemukan pada satu wadah dari hampir 3.000 porsi. Namun, temuan tersebut telah dilaporkan untuk ditindaklanjuti sesuai SOP. (dan/ian).

Artikel ini telah dibaca 3 kali

Baca Lainnya

Pemkot Pasuruan Berangkatkan 28 Peserta Kontingen Porsadin ke Tingkat Jawa Timur

25 September 2026 - 17:06

Gus Anam Lepas 20 Santri Andalusia Studi ke Al-Azhar Mesir

25 September 2026 - 13:52

Jember Tawarkan Blueprint Home Care ke Kemenkes, Wamen: Sudah Dikenalkan ke Daerah Lain 

25 September 2026 - 11:46

Gowes Bareng, Mas Adi Tinjau Rusunawa Petahunan hingga Susuri Sungai Melihat Potensi Wilayah Perairan Kota Pasuruan

25 September 2026 - 11:11

Bea Cukai dan Pemkab Pasuruan Musnahkan BKC Ilegal Senilai Rp9,3 Miliar

24 September 2026 - 18:14

Boby Diperiksa Polres Jember, Sengketa Kontrak Kafe Tujuh Bidadari Berujung Laporan

24 September 2026 - 18:13

Trending di KABAR NUSANTARA