Jember, Kabarpas.com – Kondisi wadah makanan atau ompreng dalam penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kelurahan Banjarsengon, Kecamatan Patrang, Jember, menjadi perbincangan di media sosial.
Gibahan tersebut muncul setelah akun Muhamad Abas mengunggah foto dan keluhan mengenai kondisi ompreng melalui grup Facebook IWJ Official pada Kamis (24/9/2026).
Dalam unggahannya, Abas meminta pengelola dapur MBG memperhatikan kebersihan ompreng yang digunakan untuk mendistribusikan makanan kepada penerima manfaat di wilayah Banjarsengon.
“Saran untuk dapur MBG yang menyalurkan MBG ke daerah Kelurahan Banjar Sengon, kalau cuci oprengnya yang bersih,” tulis Abas dalam unggahannya.
Unggahan tersebut kemudian mendapat perhatian publik karena berkaitan dengan kebersihan wadah makanan dalam program pemerintah yang menyasar anak-anak.
Berdasarkan penelusuran, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang disebut dalam unggahan tersebut merupakan SPPG milik AS.
Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, AS membantah bagian yang terlihat pada ompreng tersebut merupakan karat. Menurut dia, bagian tersebut kemungkinan merupakan sisa minyak yang belum sepenuhnya terangkat saat proses pencucian dan kemudian mengering setelah terkena alat pengering.
“Aman, bukan berkarat. Kemungkinan sisa minyak yang tidak tuntas, terkena pengering akhirnya mengering, bukan karat,” ujar AS.
Menurut AS, bagian yang menjadi sorotan berada di area atas wadah dan tidak bersentuhan dengan makanan yang diporsikan.
Ia juga mengatakan kondisi tersebut hanya ditemukan pada satu ompreng dari hampir 3.000 wadah yang digunakan untuk menyiapkan dan mendistribusikan makanan.
“Dan itu tidak berpengaruh sama sekali pada masakan karena di atas area isi makanan. Dan itu mestinya tidak terisi oleh pemorsian,” ucapnya.
AS mengatakan persoalan tersebut telah dilaporkan oleh Kepala SPPG, Bagus Satrio, untuk ditindaklanjuti melalui alur sesuai standar operasional prosedur (SOP).
“Sudah dilaporkan oleh Ka SPPG-nya Bagus Satrio ke jalur di alurnya sesuai SOP. Alhamdulillah dari hampir 3.000 porsi hanya satu ompreng yang begitu,” ujar AS.
Ia kembali menegaskan bahwa menurut pihaknya makanan yang didistribusikan tetap aman dan tidak terkontaminasi bagian wadah yang menjadi sorotan.
“Alhamdulillah tidak terkontaminasi dengan makanan karena itu sisa minyak yang terkena panas pengering,” katanya.
Temuan tersebut menjadi perhatian karena kebersihan peralatan makan merupakan salah satu aspek penting dalam penyediaan makanan untuk program MBG.
Program MBG menyasar sejumlah kelompok penerima manfaat, termasuk anak sekolah, ibu hamil, serta anak balita. Dengan jumlah penerima yang besar, proses penyediaan makanan membutuhkan pengawasan pada setiap tahapan, termasuk pencucian, pengeringan, pemeriksaan wadah, pemorsian hingga distribusi.
Dalam kasus ompreng yang disorot di Banjarsengon, pihak SPPG menyatakan noda tersebut bukan karat dan hanya ditemukan pada satu wadah dari hampir 3.000 porsi. Namun, temuan tersebut telah dilaporkan untuk ditindaklanjuti sesuai SOP. (dan/ian).

















