Pasuruan, Kabarpas.com – PCNU Kota Pasuruan mengeluarkan himbauan terkait hari raya Idul Fitri yang jatuh pada Minggu (24/5/2020) besok. Hal ini dilakukan agar kaum muslimin dan muslimat di Kota Pasuruan tetap memperhatikan protokol kesehatan pada saat Hari Raya Idul Fitri, itu menyusul adanya pandemi corona yang saat ini masih melanda negeri Indonesia.
“Selaku Ketua PCNU Kota Pasuruan, saya memohon kepada warga Kota Pasuruan, khususnya kaum muslimin dan muslimat yang akan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1441 H, agar benar- benar memperhatikan himbauan dari kami,” ujar Ketua PCNU Kota Pasuruan, KH Nailur Rochman.
Berikut himbauan yang dikeluarkan oleh PCNU Kota Pasuruan:
- Seiring dengan terus meningkatnya jumlah kasus positif virus Corona baik di tingkat lokal, regional maupun nasional, maka perayaan Hari Raya Idul Fitri sekiranya dapat disesuaikan dengan situasi dengan memperhatikan dan menjalankan protokol kesehatan.
- Sholat Id bisa tetap dilaksanakan dengan membaca surat dan khutbah singkat. Sholat Id tidak hanya di masjid, tapi bisa juga di musholla-musholla, bahkan bisa di rumah masing-masing jika itu lebih memberikan kemaslahatan bersama.
- Khusus bagi anda yang memiliki gejala-gejala awal, mohon untuk tetap di rumah.
- Meniadakan takbiran keliling dan diganti dengan takbiran di dalam masjid, musholla-musholla dan di rumah masing-masing.
- Menghidupkan malam hari raya dengan sholat sunnah seperti sholat tasbih dan sholat witir jauh lebih baik daripada takbiran keliling.
- Dalam suasana silaturahmi di tengah pandemi, mohon tetap menjaga diri dan membatasi diri dalam berinteraksi secara langsung.
- Menghormati tokoh/ulama yang meniadakan atau membatasi giat silaturahmi (open house) di kediaman beliau.
- Menghindari kegiatan yang berpotensi menimbulkan resiko tinggi, seperti menghadiri acara halalbihalal, berbelanja tanpa keperluan mendesak di mall/toko/pasar, serta berkumpul di warung/restoran.
- Virus ini cukup unik, banyak yang terpapar positif dan tidak menunjukkan gejala apapun. Mari tetap menggunakan masker, sering cuci tangan, menjaga jarak dan menjaga stamina tubuh. Semua ini harus kita lakukan demi keselamatan bersama.
- Menahan diri dari beberapa tradisi lebaran untuk sementara waktu tidaklah menghilangkan esensi dari Idul Fitri.
“Mari menjadi warga negara yang baik, selamatkan diri, keluarga dan orang-orang di sekitar Anda, peduli kepada sesama, hargai perjuangan tenaga medis, patuhi aturan kesehatan, kita bisa kalahkan corona dengan ikhtiar dan doa. Kita harus menang, dan kita bisa,” pungkasnya. (***/hib).

















