Pasuruan, Kabarpas.com – Jajaran pengurus PCNU Kota Pasuruan dibawah pimpinan KH Nailur Rochman memiliki cara tersendiri dalam melakukan konsolidasi di internal organisasi. Yakni, dengan melakukan gowes turba ke sejumlah ranting NU yang ada di wilayah Kota Pasuruan.
Melalui kegiatan ini, PCNU Kota Pasuruan berikhtiar agar bisa lebih dekat dengan masyarakat dan basis struktural organisasi ranting NU yang bersinggungan langsung dengan masyarakat. Kegiatan bertajuk Gowes Turba ini sendiri baru pertama kali digelar dan dimulai pada Minggu (5/7/2020) pagi.
Para rombongan Gowes Turba berangkat langsung dari Kantor PCNU Kota Pasuruan menuju ke lokasi turba yaitu di wilayah MWC NU Gadingrejo, meliputi Ranting NU Randusari, Petahunan, dan Karangketug.
Selanjutnya, saat tiba di kediaman milik salah satu pengurus PCNU Kota Pasuruan, H Nurul Jadid. Gus Amak panggilan akrab KH Nailur Rochman ini melakukan dialog bersama dengan jajaran pengurus ranting yang ada di wilayah MWC NU Gadingrejo.
Pada kesempatan yang sama Gus Amak juga memberikan arahannya, di antaranya yaitu menjelaskan bahwa ada tiga hal besar yang dituju dalam giat Gowes Turba yang sedianya akan dilangsungkan tiap minggu pagi itu.
Pertama, Konsolidasi Organisasi. Pengurus harus menata niat pengabdian dan perjuangan di NU secara totalitas serta berkomitmen sebagai santri Hadratus Syech KH. Hasyim Asy’ari. Kemudian menjalankan fungsi organisasi dengan baik dan menghidupkan kegiatan di level MWC & Ranting NU.
“Selanjutnya Menata administrasi organisasi dengan menjalankan tata lakasana organisasi dengan benar (Patuh Administrasi MWC+Ranting). Juga ditekankan untuk menjalin Sinergisitas Banom di semua level kepengurusan,” terangnya.
Kedua, Pemantapan Kaderisasi. Hal ini kewajiban pengurus dan kader NU, karena NU itu bersanad sehingga pengurus wajib mengikuti pengkaderan NU baik MKNU maupun PKPNU.
“Dan yang ketiga, Gerakan Filantropi. Menggerakkan gerakan Filantropi di masyarakat melalui JPZIS di mushollah dan masjid sbg bentuk kemandirian organisasi untuk selalu hadir berkiprah di masyarakat. PCNU menurut Gus Amak akan bersinergi dan berkolaborasi dengan semua Banom serta lembaga untuk gerakan sosial umat,” tegas Gus Amak.
“Orang yang mau mengurusi NU itu sama ampuhnya dengan orang yang istiqomah wirid. Mari memperbaiki niat dalam berkhidmad di NU. Kita pastikan bahwa kegiatan gowes ini selain lagi ngetren di masyarakat tapi juga kita manfaatkan dengan berkhidmad ke NU melalui turba ke ranting dan MWC,” tambahnya.
Sementara itu, Rois Suriyah PCNU Kota Pasuruan KH. Abdul Halim Mas’ud yang turut hadir dalam kegiatan ini menyampaikan bahwa inti dari kegiatan Gowes Turba adalah menguatkan jalinan silaturahim antara PCNU Kota Pasuruan dengan Ranting NU dan MWC NU.
“Tingkatkan silaturahmi di pengurus ranting secara interen, ada kegiatan ataupun tidak. Agar tidak timbul kesalahpahaman. Dan perlu diingat bahwa menjadi tokoh masyarakat itu adalah sebuah anugerah dan amanah,” katanya.
“Orang yang mau berkhidmah walaupun kurang berilmu lebih mulia daripada orang berilmu tapi tidak mau berkhidmah” Jelasnya memberikan motivasi,” tambahnya. (ajo/gus).

















