Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Pasuruan · 4 Agu 2020

Pihak Rumah Sakit Purut Tanggapi Curhatan Wanita yang Mengaku Dipaksa Akui Ibunya Covid-19


Pihak Rumah Sakit Purut Tanggapi Curhatan Wanita yang Mengaku Dipaksa Akui Ibunya Covid-19 Perbesar

Pasuruan, Kabarpas.com – Pihak rumah sakit (RS) dr Soedarsono Kota Pasuruan atau yang juga dikenal rumah sakit Purut, langsung bersuara menanggapi adanya curhatan seorang wanita di facebook (FB) yang mengaku dipaksa untuk akui ibunya covid-19.

“Di kami tidak ada istilahnya memaksa. Tujuannya itu hanya untuk memberikan penjelasan ke pihak keluarga pasien saja untuk tanda tangan persetujuan dan bukan memaksa,” ujar Plt Direktur RSUD dr R. Soedarsono, dr Tina Soelistiani saat mengelar konferensi pers. Selasa (4/8/2020).

Dijelaskan bahwa pasien atau ibu dari wanita yang curhat di fb itu datang ke rumah sakit secara kronologis, sudah dalam kondisi sakit. Bahkan pasien itu langsung dilakukan screening sesuai protap. Rumah sakit juga melakukan anamnesa pada pasien melalui dokter jaga saat itu.

“Itu sudah sesuai prosedur yang kami lakukan pada pasien tersebut. Begitu didiagnosa oleh dokter penyakit dalam, kemudian dilakukan rapid tes dan dilanjutkan pemeriksaan penunjang lainnya seperti foto rontgen dan pemeriksaan di laboratorium. Dan hasil rapid tes pasien menunjukkan non reaktif,” tegasnya.

Ditambahkan, meski non reaktif pasien tersebut mengalami gejala yang terindikasi Covid-19. Tak hanya itu, pasien juga disebut mengalami gagal napas berat. Dari hasil foto rontgen menunjukkan adanya pneumonia berat. Juga hasil pemeriksaan laboratorium fungsi paru-parunya menurun.

“Diagnosa dari dokter spesialis, gagal napas berat, probable Covid-19, dan diabetes,” tegasnya.

Seperti dikabarkan sebelumnya, Tirani Ika Pratiwi, seorang wanita berusia 35 tahun asal Desa Pleret, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan membuat heboh warganet. Itu setelah ia menulis curhatannya melalui akun facebook miliknya Tea Ranich.

Dalam postingan di akun facebook Tea Ranich tersebut, Tirani mengaku dipaksa oleh pihak RSUD dr Soedarsono untuk mau mengakui kalau ibunya adalah pasien Covid-19. (ajo/gus).

Artikel ini telah dibaca 132 kali

Baca Lainnya

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Wali Kota Pasuruan Ajak Tingkatkan Disiplin dan Kepedulian Lingkungan

9 Juni 2026 - 13:32

Mas Adi: Wisuda Bukan Akhir, Tapi Awal Menapaki Jenjang Pendidikan yang Lebih Tinggi

6 Juni 2026 - 13:24

Keren ! Kota Pasuruan Raih Opini WTP Ke-6 Kali Berturut-turut

3 Juni 2026 - 08:35

Ketua Pergunu Apresiasi Cara Walikota Pasuruan Perkuat Silaturahmi dengan Masyarakat Lewat Suling

30 Mei 2026 - 12:46

Double Bahagia! Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo Raih Gelar Doktor dengan IPK 3,97 Tepat di Ultah ke-46

28 Mei 2026 - 08:51

Pemkot Pasuruan Salurkan 86 Hewan Kurban

27 Mei 2026 - 10:37

Trending di Berita Pasuruan