Reporter: Rafid Rhomadoni
Editor: Agus Hartanto
__________________________________________
Beji (Kabarpas.com) – Puluhan banser se-PAC Beji, Kabupaten Pasuruan, melakukan apel kesetiaan di Pondok Pesantren Nurudh Dholam II Banggle, Gununggansir, Beji. Selain apel, kegiatan ini juga sekaligus dalam rangka Tahtiman Ngaos Banser yakni Kitab Nashoihul Ibad yang biasa dipakai untuk pengajian rutinan oleh pengasuh ponpes setempat, KH Ach Rifai.
“Jadi Banser yang siap di mana saja dan kapan saja. Karena namanya Banser (Barisan Ansor Serbaguna) ya harus siap apa saja dan di mana saja. Mangkanya biar menjadi Banser yang selalu siap dan militan Banser kudu wajib ngaji,” ujar Muhaimin, Humas Banser Gununggangsir kepada Kabarpas.com.
Pria yang akrab disapa Cak Imin ini juga menambahkan, dalam kegiatan tersebut, dihadiri oleh Wakil Pimpinan Wilayah Ansor Jatim, Waladi Imaduddin, juga turut hadir sejumlah Ketua fraksi DPRD Kabupaten Pasuruan, Muspika Beji, Ketua PC.Ansor Bangil Saad Muafi serta petinggi banser lainnya.
“Acara ini dilaksanakan selama dua hri dengan dipungkasi acara haflah akhirus sanah Ponpes Nurudh Dholam, dengan menghadirkan pembicara Al Habib Abu Bakar dari Pasuruan,” terangnya kepada Kabarpas.com.
Dalam kesempatan itu, Habib Abu Bakar menyampaikan bahwa semangat dan solidnya penggurus Banser akan menjadi benteng ulama’ dan NKRI. Sehingga otomatis akan menjadi santrinya KH. Hasyim Asyari.
“Di acara itu, Mas Waladi selaku narsum dari Ansor PW Jatim memberikan paparan wawasan Keansoran dan Kebanseran yang baik dan militan. Sedangkan pembina apel, KH. Ach. Rifai berpesan bahwa Banser yang cerdas, tangguh dan militan harus bisa mengartikan dan memilah-milah makna yang tersirat dan tersurat dengan harapan bukan Banser yang gampang terprovokasi, dengan sekelompok ummat atau aliran yang ingin memecah belah Islam dan NKRI,” pungkasnya. (raf/gus).

















