Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 23 Jan 2018

TWSL Kota Probolinggo Probolinggo Dilengkapi Fasilitas Cinema 6D


TWSL Kota Probolinggo Probolinggo Dilengkapi Fasilitas Cinema 6D Perbesar

Reporter : Ali Mahfudz
Editor : Anis Natasya

Probolinggo, Kabarpas.com – TWSL (Taman Wisata Studi Lingkungan) Kota Probolinggo saat ini sudah dilengkapi dengan fasilitas cinema 6D. Peralatan dan teknologinya sudah di uji coba mulai Kamis (18/1/2018) lalu. Fasilitas ini diharapkan mampu menarik pengunjung lebih banyak dari sebelumnya, sehingga juga bisa mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). “

Selama masa uji coba, Wali Kota Probolinggo Rukmini akan memberikan tiket gratis bagi anak-anak tidak mampu untuk refreshing menikmati fasilitas tersebut. Sehingga diharapkan pengunjung dari luar kota seperti, Jember, Lumajang, Kabupaten Probolinggo, Bondowoso dan Situbondo yang selama ini berkunjung ke TWSL bisa lebih banyak.

“Terima kasih kepada investor yang merealisasikan fasilitas ini, sehingga anak-anak yang ingin nonton tidak perlu jauh-jauh ke luar kota. Di wilayah timur, cinema 6 D hanya ada disini. Semoga bisa lebih ramai di TWSL. Jam buka akan disesuaikan dengan jam layanan TWSL. Hanya saja perlu ditambah jalur untuk pintu keluar yang dekat area nonton,” ujar Wali Kota Probolinggo Rukmini.

Sementara Benjamin Mangitung selaku investor masih akan melengkapi berbagai fasilitas penunjang lainnya. Seperti penambahan AC maupun kelengkapan lainnya sehingga penonton lebih nyaman. Sekitar Rp 960 juta sudah terserap dana untuk menyiapkan fasilitas cinema 6 D tersebut.

“Kita bukan profit oriented, ketika Ibu Wali Kota berkeinginan untuk meramaikan TWSL maka kita realisasikan sesuai kesepakatan bersama. Dalam waktu dekat akan dibuka untuk umum,” üjar pemilik BJBR ini.

Dengan kapasitas 20 orang, penonton yang masuk diminta memakai kacamata yang disiapkan. Selanjutnya, mereka diminta memakai sabuk pengaman di kursi itu serta kakinya dilarang turun. Posisi kursi sendiri sedikit lebih tinggi, begitu adegan diputar maka kursi bergerak mengikuti alur filmnya. Jika belok ke kanan, maka kursi bergerak ke kanan dan sebaliknya. Keseruan nonton semakin terasa seperti menjadi pemerannya. (fudz/nis)

Artikel ini telah dibaca 339 kali

Baca Lainnya

Jember Mulai Tinggalkan Sistem Open Dumping, Pemkab Dorong Warga Kelola Sampah Mandiri

20 Mei 2026 - 14:57

Baru Rampung 30 Persen, Konsep Street Food Jember Usung Nuansa Nusantara dan Dunia

20 Mei 2026 - 14:43

Gus Hery: Intelektual Muda NU yang Teduh, Tajam, dan Menembus Lintas Jejaring

20 Mei 2026 - 14:27

Nama BPR Jwalita Berubah Jadi Bank Trenggalek, Begini Kata Ketua Pansus II

20 Mei 2026 - 11:36

Kabar Baik Bagi Para Pekerja di Trenggalek, Perda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Segera Diundangkan

20 Mei 2026 - 11:15

Mahasiswa Doktoral KPI UIN Jakarta Gelar “The Doctor Care”, Salurkan Bantuan dan Cek Kesehatan Gratis

18 Mei 2026 - 09:10

Trending di KABAR NUSANTARA