Pasuruan, Kabarpas.com – Sebagaimana diketahui bahwa istilah “New Normal” yang dijalani selama dan pasca pandemi virus corona tersebut, kini mulai banyak diperbincangkan oleh sejumlah pakar hingga pemerintahan. Pasalnya, new normal sendiri diwacanakan oleh pemerintah pusat akan mulai diterapkan pada Juni 2020 mendatang.
Dalam kondisi new normal tersebut, masyarakat wajib mengambil kebijakan pemerintah dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan, seperti jaga jarak, hidup bersih dan lainnya guna mencegah tertular wabah virus corona.
Nah, berikut hasil wawancara ekslusif Kabarpas.com dengan Ketua Forum UMKM Jawa Timur, Nico Trisno P saat ditemui di salah satu cafe di wilayah Pasuruan:
Kabarpas : Kiat apa saja yang harus dipersiapkan khususnya bagi pelaku UMKM dalam menghadapi new normal di tengah pandemi corona?
Ketua Forum UMKM Jawa Timur, Nico Trisno P : Ada dua persiapan yang harus dilakukan. Itu meliputi persiapan internal dan eksternal.
Kabarpas : Bisa dijelaskan untuk persiapan internal itu seperti apa saja?
Ketua Forum UMKM Jawa Timur, Nico Trisno P : Untuk persiapan Internal ini bagi pelaku UMKM ada beberapa poin yang harus dilakukanya, di antaranya sebagai berikut:
- Menghitung ulang aset usahanya: alat-alat produksi, tenaga kerja, bahan baku yang ada, serta modal uang. Tujuanya apa? agar persiapanya lebih matang di dalam mengembangkan usahanya nanti.
- Menghubungi kembali mitra bisnis atau menjalin komunikasi kembali dengan mitra bisnis sebelumnya, tujuannya adalah untuk memetakan potensi berjalannya bisnis UKM tersebut. Barangkali ada yang alih profesi atau pindah rumah akibat corona.
- Manfaatkan kelompok UKM untuk saling berbagi dan mengisi dalam merambah pasar baru.
Kabarpas : Kalau untuk persiapan eksternal sendiri bisa dijelaskan seperti apa?
Ketua Forum UMKM Jawa Timur, Nico Trisno P : Untuk persiapan eksternal juga bisa dilakukan dengan berbagai hal berikut ini:
- Ekspansi pasar dengan cara: merambah pasar yang belum terjangkau produk UKM, mengoptimalkan media online seperti marketplace, youtube, whatsApp, website, fb, dan tik tok.
- Buat program diskon khusus karena dampak corona. Itu maksudnya kita menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat atau menstimulus guna membuat konsumen bergairah dalam membeli produk UKM. Tujuannya yaitu empati terhadap corona yang brrdampak pada sektor ekonomi menjadi menurun.
- Membidik komunitas sosial dengan maksud promosi bisa diserap oleh banyak orang sekaligus (khususnya yang membutuhkan produk UKM tersebut).
- Jadikanlah produk UKM sebagai pendukung sektor wisata di tiap daerah. Yakni, melalui ekonomi kreatif di tiap daerah.
- Membuat program swadesi yaitu meliputi mencintai produk lokal, mengkonsumsi produk lokal, dan membela produk lokal.
“Nah, untuk poin nomor 3, 4 dan 5 dalam persiapan eksternal itu perlu mendapat dukungan dan sekaligus menjadi program prioritas dari pemerintah setempat yang bersifat kebijakan,” kata Niko dalam wawancarai ekslusif dengan Kabarpas.com.
“Tentunya semua itu dengan memastikan di setiap kesempitan selalu ada peluang… selalu menerima perubahan. Sebab adanya corona ini haruslah tambah produktif. Bak pepatah hanya saat ada badai, burung elang menemukan penerbangannya tinggi di udara. Karena burung elang mampu menerima perubahan dan mampu merangkul perubahan tersebut,” pungkasnya. (Redaksi Kabarpastorial).

















