Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 23 Agu 2026

527 Ancak Ramaikan Kirab Agung Jember, MURI Catatkan Dua Rekor Dunia 


527 Ancak Ramaikan Kirab Agung Jember, MURI Catatkan Dua Rekor Dunia  Perbesar

Jember, Kabarpas.com – Kirab Pawai Budaya Ancak Agung di Kabupaten Jember, Sabtu (22/8/2026) sore, bukan sekadar perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kirab yang berlangsung dari Jalan Sultan Agung menuju Alun-Alun Jember itu mencatat dua rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

Dua rekor tersebut yakni Ancak Tertinggi dari rangkaian suwar-suwir dan Kirab Ancak Agung Terbanyak.

Ari Andriani dari MURI mengumumkan pencatatan rekor tersebut di sela-sela lantunan sholawat pada Sabtu malam. Ia menyebut rekor pertama berupa ancak setinggi 3,7 meter yang dihiasi 1.600 kemasan suwar-suwir atau sekitar 32.000 buah suwar-suwir.

 

“Yang pertama, Ancak Tertinggi dari Rangkaian Suwar-Suwir, dengan tinggi 3,7 meter dan 1.600 kemasan suwar-suwir atau kurang lebih 32.000 suwar-suwir,” tuturnya.

 

Rekor kedua adalah jumlah ancak yang diarak dalam Kirab Ancak Agung. Dari hasil verifikasi MURI, terdapat 527 ancak yang mengikuti kirab.

 

Jumlah itu melampaui rekor sebelumnya yang tercatat sebanyak 449 ancak.

 

Ari mengatakan, sebelumnya panitia memang mengusulkan jumlah 1.000 ancak. Namun, karena waktu persiapan yang tersedia cukup singkat, MURI menetapkan jumlah minimal untuk memecahkan rekor adalah 10 persen di atas rekor sebelumnya.

 

“Setelah tadi pagi kami verifikasi, ada 527 Ancak Agung,” ujarnya.

 

Ari sekaligus memberikan tantangan kepada Pemerintah Kabupaten Jember untuk meningkatkan jumlah tersebut pada pelaksanaan tahun depan.

 

“Tantangan untuk tahun depan harus bisa diwujudkan 1.000 Ancak Agung,” tandasnya.

 

Menurut Ari, kedua pencapaian tersebut tidak hanya dicatat sebagai rekor nasional. Karena mengangkat kearifan lokal Jember, MURI mengukuhkannya sebagai rekor dunia.

 

“Dan karena mengangkat kearifan lokal, maka rekor ini tidak hanya dicatatkan sebagai rekor nasional, namun dikukuhkan sebagai rekor dunia,” sebut Ari.

 

MURI, lanjut dia, akan menyerahkan piagam penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Jember sebagai bukti pencatatan prestasi tersebut.

 

Ia mengatakan pencatatan rekor bukan semata-mata soal jumlah, tetapi juga bagian dari upaya mendorong kreativitas, inovasi, dan semangat berprestasi masyarakat.

 

Hingga kini, MURI disebut telah mendokumentasikan lebih dari 12.000 rekor.

 

Selain mencatatkan rekor, Kirab Ancak Agung juga menghadirkan kompetisi antar peserta. Dari penilaian yang dilakukan panitia, SMPN 6 Jember keluar sebagai juara pertama.

 

Posisi kedua diraih Roxy Mall, sedangkan SMPN 2 Jember menempati juara ketiga.

 

Ketiga pemenang tersebut menjadi bagian dari ratusan peserta yang ikut memeriahkan kirab, bersama perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), puskesmas, kelurahan, desa, sekolah, hingga lembaga kemasyarakatan.

 

Kirab Ancak Agung tahun ini mengusung tema “Melestarikan Tradisi, Menguatkan Ukhuwah, Mengangkat Marwah Jember”.

 

Para peserta mengarak ancak yang berisi hasil bumi dan makanan tradisional. Bagi masyarakat Jember, ancak menjadi simbol rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus ungkapan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

 

Tradisi tersebut juga memperlihatkan semangat gotong royong. Beragam hasil pertanian dan makanan tradisional disusun dalam ancak, kemudian dibawa bersama dalam sebuah kirab.

 

Keberagaman isi dan bentuk ancak mencerminkan kekayaan hasil bumi Jember sekaligus kreativitas masyarakat dalam menjaga tradisi yang diwariskan antargenerasi.

 

Dalam pembukaan kirab, Bupati Jember Muhammad Fawait mengajak masyarakat menjaga persatuan dan memperkuat hubungan antarsesama.

 

Menurut dia, Maulid Nabi Muhammad SAW dan peringatan HUT Kemerdekaan RI sama-sama membawa pesan tentang persaudaraan, kecintaan terhadap tanah air, serta kepedulian terhadap sesama.

 

Pesan kemanusiaan juga ditunjukkan Fawait melalui syal bercorak Indonesia dan Palestina yang dikenakannya dalam kegiatan tersebut.

 

Ia menegaskan, penggunaan simbol Palestina bukan persoalan agama, melainkan bentuk solidaritas terhadap perjuangan kemanusiaan.

 

“Ini bukan urusan agama, tetapi ini adalah urusan kemanusiaan. Mudah-mudahan dari Jember untuk Indonesia dan untuk dunia, kita menunjukkan bahwa di Jember toleransi tetap harus kita jaga bersama-sama,” tegasnya.

Fawait berharap pesan kemanusiaan dan toleransi tidak berhenti dalam rangkaian acara budaya. Nilai tersebut diharapkan terus tumbuh dari Jember dan menjadi bagian dari kontribusi daerah dalam menyuarakan perdamaian serta kehidupan yang saling menghormati. (dan/ian).

Artikel ini telah dibaca 3 kali

Baca Lainnya

MPM Honda Jatim Konsisten Lima Tahun Jalankan Employee Volunteering, Delapan Rumah Telah Direnovasi

23 Agustus 2026 - 13:21

IDI Cabang Kabupaten Probolinggo Kirim Relawan Medis Bantu Korban Gempa NTT

23 Agustus 2026 - 13:16

Ketua KONI Trenggalek Optimis Persiga Bisa Segel Tiket 32 Besar

22 Agustus 2026 - 17:08

Komisi D Minta Target RSD Kalisat Lebih Realistis, Siap Bantu Kejar Dukungan Kemenkes

22 Agustus 2026 - 16:32

Target Pendapatan Naik 40 Persen, RSD Kalisat Siapkan Layanan Baru

22 Agustus 2026 - 16:18

Haul KH. Abdul Hamid ke-45, Lintas Organisasi di Pasuruan Gelar Aksi Bagi Ribuan Makanan Gratis

22 Agustus 2026 - 12:41

Trending di Berita Pasuruan