Jember, Kabarpas.com – Perdebatan mengenai keberlanjutan program Bunga Desaku atau Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan di Kabupaten Jember terus bergulir. Di tengah pro dan kontra yang muncul, Ketua Komisi C DPRD Jember dari Fraksi Gerindra. Ardi Pujo Prabowo angkat bicara dan menegaskan dukungan penuh terhadap program tersebut.
Ardi menilai Bunga Desaku merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk mendekatkan diri kepada masyarakat sekaligus menyerap aspirasi secara langsung. Menurutnya, pendekatan tersebut selaras dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya pemimpin hadir di tengah rakyat.
“Saat ini memang lagi ramai soal Bunga Desaku atau Bupati Ngantor di Desa. Kami dari legislatif maupun Fraksi Gerindra sangat mendorong dan mendukung sekali program ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebagai kader Partai Gerindra, Bupati Jember Muhammad Fawait dinilai telah menjalankan visi kepemimpinan yang sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat, khususnya dalam hal pendekatan langsung kepada masyarakat.
“Ini sejalan dengan apa yang disampaikan Presiden kami, Bapak Prabowo Subianto, agar pemimpin mendekatkan diri kepada masyarakat, mengayomi rakyat, dan mendengar langsung keluhan mereka,” katanya.
Selain aspek politik dan kebijakan, Ardi juga menegaskan bahwa program Bunga Desaku tidak bermasalah dari sisi anggaran. Ia menyebut seluruh pembiayaan kegiatan telah melalui mekanisme yang sesuai, termasuk pembahasan bersama antara Badan Anggaran DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
“Penggunaan anggaran ini sudah melalui proses dan tahapan yang benar dalam pembahasan antara Banggar dan TAPD. Jadi menurut kami tidak ada masalah yang perlu dibesar-besarkan,” tegasnya.
Lebih jauh, Ardi melihat kehadiran langsung bupati di desa-desa sebagai langkah penting untuk memahami kondisi riil masyarakat. Dengan turun langsung ke lapangan, pemerintah daerah dapat memperoleh gambaran faktual terkait kebutuhan infrastruktur, ketahanan pangan, hingga mitigasi terhadap potensi bencana alam.
“Melalui kegiatan seperti ini, pemerintah bisa mendengar langsung kebutuhan masyarakat, baik soal infrastruktur, ketahanan pangan, maupun mitigasi faktor alam yang beberapa waktu lalu memang kurang bersahabat,” ujarnya.
Ia menilai, program Bunga Desaku menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan yang lebih cepat dan responsif kepada masyarakat. Karena itu, ia menganggap polemik yang muncul seharusnya tidak mengurangi fokus pada tujuan utama program tersebut, yakni memperkuat hubungan antara pemerintah dan warga.
Dukungan dari Ketua Komisi C DPRD Jember ini menambah daftar panjang pihak yang menyatakan sikap pro terhadap Bunga Desaku. Sebelumnya, sejumlah partai politik seperti PAN, PPP, dan PKB juga telah menyatakan dukungan, sementara kritik datang dari pihak yang menilai program tersebut perlu dievaluasi dari sisi efisiensi anggaran. (dan/ian).

















