Jember, Kabarpas.com – Achmad Imam Fauzi, birokrat yang disebut berperan dalam mendorong Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jember hingga menembus Rp1 triliun, resmi dilantik sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Jember oleh Bupati Muhammad Fawait di Pendopo Wahyawibawagraha, Selasa (12/5/2026).
Pelantikan tersebut dilakukan di tengah upaya Pemerintah Kabupaten Jember mempercepat pembangunan daerah dan memperkuat stabilitas birokrasi. Imam Fauzi yang juga sebagai Kepala Bapenda, menggantikan Pj Sekda sebelumnya, Akhmad Helmi Luqman yang saat ini tengah menjalankan ibadah haji.
Acara pelantikan dihadiri unsur Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta seluruh camat se-Kabupaten Jember.
Dalam sambutannya, Bupati Fawait menilai Achmad Imam Fauzi memiliki kapasitas birokrasi dan pengalaman yang cukup dalam menjaga ritme pemerintahan, termasuk dalam penguatan fiskal daerah.
“PAD kita sudah menembus Rp1 triliun. Ini capaian besar yang harus terus dijaga dan ditingkatkan agar pembangunan di Kabupaten Jember semakin kuat,” ungkapnya.
Menurut Fawait, capaian tersebut menjadi modal penting bagi Pemkab Jember dalam memperluas pembangunan dan meningkatkan pelayanan publik. Ia berharap Imam Fauzi mampu melanjutkan kinerja birokrasi yang selama ini dinilai berjalan kondusif.
“Sejak saya dilantik tahun 2025, kita berhasil membuat Jember tetap kondusif. Mulai dari (Pj Sekda) Pak Arief, Pak Jupri, hingga Pak Helmi yang sekarang sedang cuti haji, semuanya telah berkontribusi menjaga stabilitas pemerintahan,” katanya.
Sebelum dipercaya menjadi Pj Sekda, Achmad Imam Fauzi dikenal sebagai salah satu pejabat yang terlibat dalam penguatan tata kelola pemerintahan dan optimalisasi pendapatan daerah. Pemerintah daerah menilai peningkatan PAD hingga mencapai Rp1 triliun menjadi salah satu indikator penting keberhasilan pengelolaan fiskal Kabupaten Jember.
Dalam arahannya, Fawait mengingatkan agar percepatan pembangunan tetap berjalan sesuai aturan dan tahapan perencanaan yang matang, khususnya dalam penyusunan Perubahan APBD 2026 dan APBD 2027.
“Percepatan itu penting, tetapi tahapan perencanaan harus dilakukan sebaik mungkin dan seteliti mungkin. Jangan sampai masalah muncul di kemudian hari karena proses perencanaannya tidak benar,” ujarnya.
Ia juga meminta seluruh kepala OPD dan camat memahami detail proses penyusunan anggaran serta tidak sepenuhnya menyerahkan pekerjaan kepada bawahan.
Selain fokus pada pembangunan daerah, Pemkab Jember disebut tengah memperkuat dukungan terhadap sejumlah program nasional Presiden Prabowo Subianto, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, pengentasan sampah, dan pelestarian lingkungan.
“Kalau program nasional sukses, berarti kita semua ikut sukses. Saya tidak mau ada bagian dari Pemerintah Kabupaten Jember yang tidak ikut mensukseskan program pemerintah pusat,” kata Fawait.
Dalam kesempatan yang sama, Fawait juga menyoroti hasil verifikasi dan validasi data kemiskinan yang dilakukan ASN di seluruh wilayah Jember. Dari proses tersebut ditemukan puluhan ribu warga meninggal dunia yang belum tercatat dalam administrasi kependudukan.
“Ada banyak masyarakat yang meninggal tetapi belum tercatat akta kematiannya. Ini harus menjadi perhatian para camat karena dampaknya besar terhadap program daerah maupun nasional,” ujarnya.
Pemkab Jember berencana melanjutkan verifikasi data kemiskinan hingga ke desil berikutnya dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk unsur TNI dan Polri.
Pelantikan Achmad Imam Fauzi sebagai Pj Sekda diharapkan mampu menjaga stabilitas birokrasi sekaligus memperkuat kinerja pemerintahan, terutama dalam penguatan pendapatan daerah dan percepatan pembangunan Kabupaten Jember. (dan/ian).

















