Pasuruan, Kabarpas.com – Pengurus Pusat Harakah Mahasiswa Alumni Santri Sidogiri (PP HMASS) sukses menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) yang ke-3. Forum tertinggi organisasi ini diselenggarakan di Ruang Rapat Gedung Sidogiri Corp Lantai II pada Jumat (15/05/2026) malam.
Munas ke-3 ini diikuti oleh seluruh Pengurus Cabang (PC) HMASS dari berbagai wilayah di Indonesia hingga mancanegara. Agenda nasional ini digelar sesaat setelah rampungnya pelaksanaan Silaturahmi Nasional (Silatnas) Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS) yang ke-7.
Di antara pembahasan Munas kali ini adalah pembenahan terkait Tata Kelola HMASS—yang merupakan sebuah kerangka kerja yang digunakan untuk mengarahkan, mengendalikan, serta mengawasi roda organisasi baik di tingkat pusat maupun cabang HMASS.
Salah satu poin yang memicu diskusi paling hangat dan menarik perhatian peserta sidang adalah pembahasan pasal tentang kriteria umur pengurus. Berdasarkan realita di lapangan, banyak pengurus HMASS di tingkat pusat maupun cabang saat ini dinilai telah melewati usia kepala empat.
Selain itu, PP HMASS juga membahas regulasi baru mengenai pembentukan wadah kepengurusan di bawah naungan PC HMASS. Langkah ini dipersiapkan untuk memfasilitasi pengurus cabang berskala besar yang telah mengalami kemajuan pesat.
Ketua PP HMASS, Alil Wafa, M.Pd., menjelaskan bahwa seluruh dinamika, catatan, dan rekomendasi yang lahir dari Munas ke-3 ini tidak langsung disahkan begitu saja, melainkan akan dikonsultasikan terlebih dahulu kepada Majelis Keluarga dan PP-IASS.
“Semua catatan dan masukan dalam MUNAS ini akan kami ajukan dan maturkan kepada yang berwenang, dalam hal ini Majelis Keluarga Pondok Pesantren Sidogiri,” terang Alil Wafa.
Selain Itu, Alil Wafa menitipkan pesan penting sekaligus instruksi tegas agar seluruh PC HMASS di berbagai daerah segera merapatkan barisan dan melakukan tindak lanjut secara konkret di wilayah masing-masing.
“Kami berpesan kepada semua PC-HMASS agar segera mengadakan rapat untuk membahas agenda dan rancangan kerja ke depan. Dan yang paling utama, laksanakan agenda Kajian Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) yang menjadi ciri khas sekaligus kajian khusus di HMASS,” pungkasnya.
Dengan tuntasnya Munas ke-3 ini, HMASS diharapkan mampu bergerak lebih adaptif secara usia, tertib secara administrasi, namun tetap kokoh memegang teguh ideologi santri dalam mengabdi kepada umat dan masyarakat. (zen/ian).

















