Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Probolinggo · 9 Mei 2026

Perbaikan Jalur Longsor Tiris Direncanakan Awal 2027, Tokoh Masyarakat Swadaya Bangun Jalur Alternatif


Perbaikan Jalur Longsor Tiris Direncanakan Awal 2027, Tokoh Masyarakat Swadaya Bangun Jalur Alternatif Perbesar

Probolinggo, Kabarpas.com – Kabar baik menyelimuti warga pengguna jalan raya Desa Segaran, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo. Jalur alternatif yang disiapkan untuk menyambungkan kembali ruas jalan yang longsor, kini dibangun.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo, Hengki Cahjo Saputra menyebut, jalan alternatif yang dibangun merupakan trase atau jalur baru dengan panjang 30 sampai 40 meter dan lebar 4 meter.

Letaknya, berada di sisi kiri dari arah utara atau timur jalan utama dengan memanfaatkan lahan milik tiga orang warga. Jalur alternatif ini lebih stabil karena juga telah dibekali tembok penahan tanah (TPT).

“Geometri badan jalannya itu bergeser sekitar dua meter ke arah yang baru sehingga harapannya tahun depan nilai fisiknya juga tidak terlalu mahal,” kata Hengki, Sabtu (9/5/26).

Nantinya, dijelaskan Hengki, jalur alternatif akan dilapisi LPA (Lapis Pondasi Atas) agar pengguna jalan, khususnya masyarakat sekitar, bisa melintas dan beraktifitas kembali secara normal.

Saat ini, pengerjaan fisik berupa pengeprasan bahu tanah sudah dilakukan dengan target penyelesaikan sekitar 3 pekan ke depan atau awal Juni 2026.

“Namun mohon maaf, yang kami perbolehkan melintas nanti hanya kendaraan bermotor, pikap dan mobil pribadi. Truk, apalagi yang memuat kayu, tidak boleh melintas,” terangnya.

Pembangunan jalur alternatif, menurut Hengki, hanya solusi sementara agar mobilitas warga lekas pulih. Sebab jika menunggu pembangunan permanen jalur utama, paling cepat baru bisa dilakukan awal 2027.

“Longsor di Tiris ini memang pelik soalnya jalan satu-satunya dan separo badan jalan hilang. Kalau menggunakan APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah, red), panjang prosesnya,” beber Hengki.

“Paling memungkinkan menggunakan PAK (Perubahan Anggaran Keuangan, red), tetapi kan harus membebaskan lahan milik warga yang kena itu, belum pelaksanaan pembangunannnya, akhirnya baru 2027 akhir bisa dimanfaatkan,” imbuhnya.

Ditengah kebutuhan infrastruktur yang mendesak untuk mendukung mobilitas warga dan regulasi pemanfaatan anggaran negara yang sistemik, angin segar berhembus.

Sejumlah tokoh masyarakat dan dermawan hadir mengulurkan bantuan. Tidak sekedar materi, mereka juga turun langsung ke masyarakat untuk memberikan pemahaman dan mediasi pembebasan lahan.

“Ada sejumlah tokoh masyarakat dan dermawan yang berbaik hati sehingga juga bisa dibiayai dari sana. Saya juga sampaikan bahwa kalau dibiayai dari PAK, masih sangat panjang prosesnya,” Hengki memungkasi.

Seperti diketahui, akses Tiris – Krucil Dusun Kedungkokap RT/02 RW/03 Desa Segaran, Kecamatan Tiris, longsor pasca hujan deras mengguyur kawasan itu, Senin (23/2/26) lalu. Akibatnya, arus lalulintas kendaraan roda empat lumpuh. (sam/ian).

Artikel ini telah dibaca 22 kali

Baca Lainnya

Unik, Ratusan Wali Murid SDN Randusari Buat Kain Batik Sendiri untuk Seragam Sekolah Anak

8 Agustus 2026 - 18:29

Dari Sampah hingga Kemacetan, Ini Masalah yang Dikeluhkan Warga Perkotaan Jember

8 Agustus 2026 - 18:22

MPM Honda Jatim Kembali Berikan Beasiswa bagi Anak Asuh Berprestasi di Malang

8 Agustus 2026 - 14:17

Honda DBL 2026 East Java – North Resmi Bergulir, MPM Honda Jatim Hadirkan Kompetisi dan Aktivitas Seru untuk Generasi Muda

8 Agustus 2026 - 14:13

Perkuat Kapasitas, DWP Kabupaten Probolinggo Gelar Bimtek Kepemimpinan Bagi Ketua DWP Unit Pelaksana

8 Agustus 2026 - 14:10

Astra Honda Siap Lanjutkan Performa Positif di ARRC Mandalika 2026

7 Agustus 2026 - 20:31

Trending di Kabar Otomotif