Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Pasuruan · 16 Jul 2016

Yuk, Sedekah Barang Bekas Untuk Masa Depan Guru dan Murid Madin


Yuk, Sedekah Barang Bekas Untuk Masa Depan Guru dan Murid Madin Perbesar

Pasuruan (Kabarpas.com) – Kalau ada lembaga pendidikan yang belum mendapat perhatian yang besar baik dari pemerintah maupun masyarakat, maka madrasah diniyah-lah yang mungkin menempati urutan pertama. Padahal, peran Madrasah Diniyah (Madin) jauh lebih penting daripada sekadar Tempat Pendidikan Alquran (TPA). Bahkan, Madin jauh lebih dulu berdiri daripada TPA.

Mungkin ada di antara Anda yang masih agak asing apa itu Madrasah Diniyah. Madrasah Diniyah atau lebih dikenal dengan Madin adalah lembaga pendidikan yang memfokuskan diri pada pendidikan agama mulai tingkat dasar hingga menengah.

Biasanya, sebelum masuk pesantren, santri terlebih dulu belajar di Madin, mulai belajar baca-tulis Arab, hingga membaca kitab kuning. Selain Alquran, hadis, di Madin juga dipelajari kitab-kitab dasar agama Islam, seperti tafsir, ilmu hadis, fikih, akidah, akhlak, tarikh, dan lainnya.

Sebetulnya pemerintah melalui Kementerian Agama juga telah memiliki direktorat khusus yang menangani masalah pendidikan di madrasah diniyah. Lembaga itu bernama Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren.

Namun, sejauh ini direktorat sepertinya lebih banyak disibukkan dengan pendataan statistik dan workshop saja. Sejauh pengamatan Tim Syiar Online (Kabarpas Group), belum ada program yang memberdayakan madrasah-madrasah diniyah di negeri ini, yang jumlahnya ribuan.

Beberapa waktu lalu, kepala daerah di berbagai provinsi dan kabupaten-kota, juga mulai melirik dan memberi perhatian pada madrasah diniyah. Para guru madrasah diniyah mendapat Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA).

Namun, pada perjalanannya sebagian kepala daerah memanfaatkan BOSDA ini sebagai bagian “balas budi” pada para tim suksesnya yang sebagiannya mengelola madrasah diniyah. Bahkan, ada madrasah diniyah yang tidak mendapat BOSDA hanya gara-gara tidak mendukung sang kepala daerah saat pemilukada. Inilah yang membuat kondisi madrasah diniyah ibarat mati segan hidup pun tak mau.

Padahal dalam realitanya, masih banyak madrasah diniyah yang kondisinya memprihatinkan. Gedungnya ala kadarnya dan fasilitasnya pun tak memadai. Guru-gurunya tak tersejahterakan. Dalam satu perjalanan Tim Syiar Online ke madrasah-madrasah diniyah, kami menemukan guru yang hanya digaji 5 ribu per hari.

Dalam sebulan, guru-guru ini hanya membawa pulang tidak lebih dari 100 ribu. Namun, itu semua tidak membuat semangat para guru madrasah diniyah tersebut surut. Keikhlasanlah yang membuat mereka tak banyak menuntut, apalagi berdemo. Keyakinan bahwa dengan membela agama Allah hidup akan berkah, membuat mereka selalu ikhlas berjuang dengan terus mengajar.

Bagaimana dengan murid-muridnya? Pada umumnya, murid-murid madrasah diniyah berasal dari keluarga kurang mampu. Jangankan untuk beli buku, membayar iuran bulanan (syahriah) saja mereka kerap kali menunggak atau bahkan tak sanggup sama sekali.

Kondisi yang sedemikian ini membuat para pengelola madrasah diniyah harus terus memutar otak agar madrasah diniyah bisa terus berjalan dalam mencerdaskan anak bangsa. Perlu juga disampaikan di sini bahwa banyak ulama, tokoh bangsa, dan cendekiawan muslim yang sempat mencicipi belajar di madrasah diniyah, sebelum melanjutkan pendidikannya di pondok pesantren. Dengan kata lain, banyak kontribusi yang sudah diberikan madrasah diniyah dalam membangun dan memajukan negeri ini.

Untuk itulah, kami mengetuk hati kaum muslimin di Indonesia, khususnya. Supaya membantu penyelamatan kondisi madrasah diniyah di berbagai daerah di Indonesia melalui program Sedekah Barang Bekas (SBB). Barang bekas yang disumbangkan bisa berupa apa saja, mulai dari pakaian, mainan, buku, alat tulis, kendaraan, perabot, gadget, barang seni, alat elektronik, dan sebagainya. Barang bekas yang disumbangkan harus memenuhi syarat:

  • Layak Pakai
  • Layak Guna
  • Layak Jual

Sumbangan dapat dikim ke alamat berikut:

Tim Syiar Online d/a Perumahan Cahaya Garuda Residence Blok F59 Jl. Raya Ciputat-Parung KM 22 Bojongsari Baru Depok.

Yayasan Raudhatul Mustariyah d/a Jl. Halmahera Gang XI Bunyuan Kelurahan Gadingrejo, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan

Konfirmasikan sumbangan Anda dengan mengirim pesan WA dengan format: Nama_Asal_Bentuk Sumbangan_Jumlah Sumbangan. Kirim ke: 0817-60-461-06 (WA). Kami akan melaporkan secara berkala sumbangan Anda di situs Syiar.co.id. (***).

Artikel ini telah dibaca 41 kali

Baca Lainnya

Peringatan Hari Jadi Kota Pasuruan Ke-337 Berlangsung Spektakuler

8 Februari 2023 - 22:32

KOMPAK Desak Kejari Buka Kembali Kasus Mark Up Pembelian Lahan Kantor Kecamatan Panggungrejo

23 Januari 2019 - 23:32

Pasca Ledakan Surabaya, Kantor Samsat Kabupaten Pasuruan Perketat Keamanan

14 Mei 2018 - 11:00

Menikmati Lezatnya Rawon Nguling

9 April 2018 - 07:22

Sungai Dayang, Potensi Wisata Kabupaten Pasuruan yang Belum Dilirik

1 April 2018 - 17:42

Wow!! Pemain Utama Film TTM Akan Sapa Penggemarnya di Malang dan Surabaya

22 Maret 2018 - 09:27

Trending di Berita Pasuruan