Pasuruan, Kabarpas.com – Kabupaten Pasuruan masuk jajaran nominator Lomba Wana Lestari tingkat nasional 2026 kategori Hutan Kemasyarakatan (HKm). Prestasi itu diraih berkat pengelolaan perhutanan sosial oleh Koperasi Produsen Lesung Gemilang Sejahtera (KPLGS) di Desa Tambaksari, Kecamatan Purwodadi.
Tim penilai dari Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan turun langsung melakukan verifikasi lapangan di kawasan hutan kelola KPLGS. Hasil penilaian tersebut akan menentukan daerah terbaik dalam pengelolaan hutan berbasis masyarakat di Indonesia.
Wakil Bupati Pasuruan HM Shobih Asrori mengatakan masuknya Kabupaten Pasuruan sebagai nominator menjadi pengakuan atas komitmen daerah dalam menjaga kelestarian kawasan hutan.
“Tahun ini ada tiga kategori yang dinilai, yaitu Hutan Desa, Hutan Adat, dan Hutan Kemasyarakatan. Alhamdulillah Kabupaten Pasuruan masuk nominasi pada kategori Hutan Kemasyarakatan,” ujarnya.
Menurut Gus Shobih, potensi hutan di Kabupaten Pasuruan menjadi modal besar untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Wilayah seluas 1.474 kilometer persegi itu memiliki bentang alam lengkap, mulai kawasan pesisir, dataran rendah, hingga pegunungan yang didominasi kawasan hutan.
Ia menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan seluruh pemangku kepentingan, mulai pemerintah kabupaten, kecamatan, desa, hingga kelompok tani hutan yang konsisten menjalankan program perhutanan sosial.
“Kami berharap penilaian ini menjadi motivasi bagi kelompok-kelompok tani lainnya agar semakin semangat menjaga kelestarian hutan. Target kami tentu bisa membawa nama Jawa Timur menjadi yang terbaik di tingkat nasional,” katanya.
Gus Shobih menambahkan, program perhutanan sosial tidak hanya memberi hak kelola kepada masyarakat, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki terhadap kawasan hutan.
“Kalau masyarakat diberi hak mengelola, mereka akan merasa memiliki dan ikut menjaga hutan seperti milik sendiri,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Lumajang Achmad Yani menjelaskan, KPLGS dipilih mewakili Jawa Timur karena dinilai berhasil mengelola kawasan hutan secara berkelanjutan. Sebelumnya, koperasi tersebut juga menjadi juara Lomba Wana Lestari tingkat Provinsi Jawa Timur.
“Kelompok ini mampu menjaga kelestarian kawasan hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai usaha produktif. Kelembagaannya juga aktif dan mandiri sehingga layak mewakili Jawa Timur di tingkat nasional,” jelasnya.
Penilaian Wana Lestari mencakup sejumlah aspek, di antaranya keberhasilan menjaga fungsi hutan, rehabilitasi kawasan, penguatan kelembagaan kelompok, peningkatan ekonomi masyarakat, inovasi pengelolaan, kemitraan, hingga kontribusi terhadap konservasi lingkungan.
Menurut Achmad Yani, kekuatan utama pengelolaan di Tambaksari terletak pada keseimbangan antara aspek ekologi, ekonomi, dan sosial. Selain mempertahankan tutupan hutan, kelompok juga mengembangkan sistem agroforestri, usaha hasil hutan bukan kayu, pengelolaan wisata alam, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Model pengelolaan di Tambaksari sangat memungkinkan direplikasi di daerah lain. Ini menjadi contoh bahwa perhutanan sosial mampu berjalan seiring antara pelestarian hutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (dis/ian).

















