Pasuruan (Kabarpas.com) – Puluhan massa yang mengatasnamakan Gerakan Anak Indonesia Bersatu (GAIB), mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangil, Kabupaten Pasuruan, Rabu (03/08/2016).
Pantauan Kabarpas.com, puluhan orang ini datang dengan tertib tanpa membawa spanduk maupun poster layaknya pendemo pada umumnya. Sesampainya di Kejari Bangil, perwakilan dari mereka langsung ditemui Kepala Kejari (Kajari), Adi Santoso, di Aula Kantor Kejari setempat.
Selanjutnya, perwakilan dari para pendemo itu satu persatu mengutarakan maksud dan tujuan kedatangannya ke Kejari Bangil tersebut. Mereka meminta agar pihak kejaksaan dapat menuntaskan kasus korupsi yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasuruan.
“Kami minta pihak Kejari untuk menuntaskan semua kasus korupsi di lingkungan Pemkab Pasuruan dan juga di lingkungan Kejari Bangil sendiri,” ujar Ismail Makky, salah satu koordinator yang mewakilan puluhan massa tersebut,
Mereka juga mendesak agar pihak Kejari Bangil obyektif dalam menangani perkara korupsi tanpa pandang bulu. Sebab mereka menilai bahwa selama ini pihak Kejari selalu tebang pilih dalam menangani kasus korupsi.
“Hingga kini kasus korupsi Jasmas di Kabupaten Pasuruan berhenti tanpa ada tinda lanjutnya. Padahal kasus ini sudah lama yaitu sejak 2013 silam,” ucapnya dengan nada keras.
Menanggapi apa yang diutarakan oleh perwakilan dari pendemo tersebut. Kajari Bangil, Adi Santoso mengaku bahwa selama ini pihaknya sudah bertindak sesuai dengan undang-undang yang ada dan tidak tebang pilih.
“Selama ini kami sudah menangani dan menindaklanjuti sejumlah kasus dengan menekankan obyektif dan tidak tebang pilih. Tapi, memang semuanya ada aturan dan prosesnya jadi harus bisa dipahami,” pungkasnya. (ajo/gus).

















