Pasuruan (Kabarpas.com) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pasuruan, kembali menyoroti buruknya manajemen dan pelayanan yang ada di Rumah Sakit Purut (RSUD dr.R.Soedarsono) Kota Pasuruan.
Hal tersebut sebagaimana diungkapkan para anggota dewan dalam rapat paripurna II terhadap Rencana Pembangunan Jangka Panjang Menengah Daerah (RPJPMD) Kota Pasuruan tahun anggaran 2016-2021. Salah satu dewan yang menyoroti buruknya pelayanan di Rumah Sakit Purut tersebut, ialah berasal dari Fraksi Amanat Indonesia Raya, Marzul Alfianto.
Dalam kesempatan itu, pria yang juga Ketua Komisi II Fraksi Amanat Indonesia Raya itu, meminta agar Pemkot Pasuruan benar-benar bersikap serius dalam penataan manajemen di Rumah Sakit Purut, khusunya yaitu dalam hal sumber daya manusianya, yakni mulai tingkat staf sampai manajer hingga pelayanan.
“Manajemen dan pelayanan di RSUD dr.R. Soedarsono harus diregenerasi. Semuanya harus dievaluasi total, baik dari segi pimpinan maupun tingkatan staf. Sebab saat ini kualitas kinerja manajemen sangat buruk. Begitu pula pelayanannya,” kata Marzul Afianto kepada sejumlah wartawan saat ditemui seusai rapat paripurna II di gedung DPRD Kota Pasuruan, Rabu (10/08/2016).
Hal senada juga muncul dari Fraksi Partai Golongan Karya, Dedy Tjhjopoernomo. Pihaknya mengeluhkan terkait pembayaran paviliun yang tiba-tiba membengkak. Serta pelayanan di rumah sakit tersebut, yang dinilai pihaknya kurang ramah.
“Hampir sebagian besar masyarakat mengeluhkan tentang pembayaran paviliun yang tiba-tiba membengkak, ruangan kurang memadai, tarif ambulan yang cukup mahal hingga pasien BPJS yang selalu dianaktirikan. Untuk itu, kami minta pihak Pemkot Pasuruan bisa segera mengevaluasi kinerja manajemen RSUD tersebut,” ujar Dedy.
Sementara itu, Wali Kota Pasuruan Setiyono mengatakan kalau selama ini pelayanan di Rumah Sakit Purut itu memang kurang baik. Oleh karena itu, dirinya berjanji akan segera mengevaluasi manajemen dan pelayanan di rumah sakit tersebut.
“Yang jelas nanti pimpinan RSUD dr.R.Soedarsono akan kami ganti,” kata Wali Kota Setiyono kepada sejumlah wartawan, saat ditemui seusai rapat paripurna II di gedung DPRD Kota Pasuruan. (jon/gus).

















