Pasuruan (Kabarpas.com) – Diduga karena terhimpit kemiskinan atau masalah ekonomi, Kodir, warga Ngopak, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di dalam rumahnya sendiri.
“Ia bunuh diri dengan cara menggunakan tali tas yang kemudian dililitkan ke lehernya, setelah itu ia terjun dari kursi rotan,” ujar Kapolsek Rejoso, AKP Teguh Puji kepada Kabarpas.com, Kamis (15/09/2016).
Dijelaskan, kejadian tersebut dilakukan korban ketika posisi rumahnya sedang kosong. Dan yang mengetahui pertama kali kalau korban gantung diri adalah anak korban yang bernama Nia, yang saat itu masuk ke rumahnya menuju ke dapur. “Ketika itulah ia mendapati korban masih bernyawa dan dalam kondisi gantung diri dengan sebuah tali tas,” imbuhnya.
Mengetahui kejadian tersebut anak korban langsung berteriak dan memanggil ibunya bernama Siami (istri korban,red) yang saat itu sedang menidurkan anaknya yang masih kecil.
“Mendengar teriakan dari anaknya tersebut, istri korban langsung menuju dapur dan melihat ke arah korban, serta langsung mengambil sabit untuk memotong talinya dan meminta tolong ke tetangga sebelah, yang kemudian langsung di bawa ke puskesmas Rejoso, namun dalam perjalanan korban meninggal dunia,” terangnya.
Sejumlah barang bukti yang sudah ada yaitu seperti sebuah tali tas warna hitam, sebuah kursi rotan, dan sebuah sabit yang di gunakan oleh istrinya untuk memotong tali sudah diamankan di Mapolsek Rejoso.
“Kami tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dan kami menduga, korban ini nekat bunuh diri karena terhimpit ekonomi,” pungkasnya. (ajo/gus).

















