Probolinggo (Kabarpas.com) – Status gunung bromo di Kabupaten Probolinggo, sejak Senin pagi dinaikkan levelnya dari waspada menjadi siaga. Perubahan status itu dilakukan karena aktifitas gempa tremor serta semburan material vulkanis menjadi meningkat signifikan. Kenaikan status ini turut memperluas radius aman, dari sebelumnya 1 km menjadi 2,5 kilometer dari titik erupsi.
Pihak Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) mengaku, terpaksa menaikkan status bromo, karena gunung berketinggian 2.329 mdpl itu, mengalami peningkatan aktifitas signifikan, baik dari gempa tremor maupun kandungan material vulkanis.
“Secara visual gunung bromo pada Senin sore menyemburkan asap putih kelabu dengan ketinggian mencapai 900 meter. Material vuklanis yang mengandung belerang abu dan silica membubung ke arah barat dan sesekali ke arah timur,” kata Kepala kepala PVMBG Gunung Bromo, Ahmad Subhan kepada Kabarpas.com, Senin (26/09/2016).
Sementara dari data kegempaan yang terekam seismograf kantor PVMBG, erupsi magmatik terus terjadi disertai gempa vulkanik dangkal. Adapun gempa tremor menerus berkisar 0,5 – 23 milimeter dan dominan 4 milimeter.
Peningkatan status membuat petugas PVMBG merekomendasikan warga dan pengunjung, untuk menjauh dari kawah bromo dengan radius 2,5 kilo meter atau lebih luas dari himbauan aman sebelumnya yang hanya sejauh satu kilo meter.
“Status siaga menunjukkan jika dampak erupsi gunung bromo mengancam keselamatan warga, lahan pertanian hingga flora fauna di kawasan tengger. Itu lantaran belum lama ini, status gunung bromo juga sempat dinaikkan menjadi siaga pada awal Desember 2015 lalu, yaitu sebelum diturunkan kembali menjadi waspada pada akhir Februari 2016 lalu,” pungkasnya. (har/gus).

















